Sampah Cemari Kali Jambe, Dinas Lingkungan Hidup Minta Keberadaan TPS Liar Ditutup

Tumpukan sampah di Kali Jambe, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi diduga berasal dari TPS liar.

TRIBUNJAKARTA/YUSUF BACHTIAR
Lokasi TPS liar di bantaran Kali Jambe Bekasi.  

"Kita yang ambil dari perumahan pakai gerobak aja, anak-anak bapak ada 9, semua kelola ini (TPS liar) anak mantunya juga," kata dia, Kamis (5/9/2019).

Setiap hari, keluarga Satori bekerja mengangkut sampah dari 18 RT di kedua perumahan tersebut. Mereka mendapatkan upah Rp 300.000 per bulan dari setiap RT yang sampahnya diangkut.

"Cuma Jumat aja paling enggak ngangkutin sampah soalnya kalau jumat ibadah solat suami-suami," imbuhnya.

Usaha pengelolaan sampah ini bukannya tidak diketahui aparat lingkungan setempat. Keluarga Satori mengaku, telah mendapatkan restu dari oknum yang mereka sebut 'Pegawai Kali'.

"Sebulannya ngasih, tiga orang biasanya kalau kesini, kita ngertiin mereka juga ngertiin, gimana lagi soalnya cuma ini usaha kita semua anak-anak bapak kerjanya kelola ini aja (TPS liar)," ujarnya.

Selain bergantung dari retribusi sampah di sejumlah perumahan, keluarga Satori juga memanfaatkan sampah yang memiliki nilai ekonomis untuk dipilah dan dijual kembali. Sementara sampah yang sudah tidak tidak terpakai, mereka kumpulkan di bantaran kali dan dibakar.

Usaha TPS liar ini sudah berlamgsung lama, Satori sebagai kepala keluarga sudah bermukim di bantaran Kali Jambe sejak puluhan tahun lalu. Saat ini, usaha TPS liar diteruskan anak mantunya sebagai sumber penghidupan utama.

Ketika ditanya soal tumpukan sampah di Kali Jambe, mereka membantah kalau sampah-sampah itu berasal dari tempatnya. Mereka berdalih selalu merapihkan sampah yang sudah tercecer ke dalam aliran kali dan rutin melakukan pembakaran.

Namun, jika dilihat dari kondisi yang ada, sampah di TPS liar milik keluarga Satori sudah menyentuh permukaan air dan memenuhi dinding kali. Lokasi TPS liar mereka juga berada di hulu sungai dari titik tumpukan sampah.

"Kalau kita mah giring kita angkut sampah kalau udah kecebur ke kali, suami saya aja kakak-kakak saya pada turun ke kali supaya sampah enggak ke kali, abis itu kita bakar," tegas dia. 

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved