Tumpukan Sampah di Kali Jambe Diduga Berasal dari TPS Liar

Jarak antara lokasi tumpukan sampah dengan TPS liar tidak sampai satu kilo meter, posisinya menyatu dengan pemukiman warga bantaran kali

Tumpukan Sampah di Kali Jambe Diduga Berasal dari TPS Liar
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
TPS Liar di Bantaran Kali Jambe yang menjadi sumber tumpukan sampah di kali tersebut. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBUN SELATAN - Tumpukan sampah di Kali Jambe, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi diduga berasal dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang berada di bantan aliran kali.

Jarak antara lokasi tumpukan sampah dengan TPS liar tidak sampai satu kilo meter, posisinya menyatu dengan pemukiman warga bantaran kali. Tidak ada sekat pembatas tumpukan sampah dengan bibir sungai.

Bisa dipastikan, sampah yang menumpuk di Kali Jambe berasal dari TPS liar yang tidak diurus oleh pengelolanya. Mereka hanya meletakkan sampah begitu saja hingga tumpah ke dalam kali.

TPS liar tersebut dikelola oleh keluarga Satori (85), saat dijumpai seorang anak bungsunya mengatakan, sampah ini diambil dari dua perumahan yakni, Perumahan Bekasi Timur Permai dan Cluster Koperpu.

"Kita yang ambil dari perumahan pakai gerobak aja, anak-anak bapak ada 9, semua kelola ini (TPS liar) anak mantunya juga," kata dia, Kamis (5/9/2019).

Setiap hari, keluarga Satori bekerja mengangkut sampah dari 18 RT di kedua perumahan tersebut. Mereka mendapatkan upah Rp 300.000 per bulan dari setiap RT yang sampahnya diangkut.

"Cuma Jumat aja paling enggak ngangkutin sampah soalnya kalau jumat ibadah solat suami-suami," imbuhnya.

Usaha pengelolaan sampah ini bukannya tidak diketahui aparat lingkungan setempat. Keluarga Satori mengaku, telah mendapatkan restu dari oknum yang mereka sebut 'Pegawai Kali'.

"Sebulannya ngasih, tiga orang biasanya kalau kesini, kita ngertiin mereka juga ngertiin, gimana lagi soalnya cuma ini usaha kita semua anak-anak bapak kerjanya kelola ini aja (TPS liar)," ujarnya.

Kekayaan Raffi Ahmad Rp32 Miliar, Mama Amy Bocorkan Jatah Uang Bulanannya

Polisi Tangkap Komplotan Penipu Sewa Kamar Apartemen Lewat Toko Online di Serpong

Selain bergantung dari retribusi sampah di sejumlah perumahan, keluarga Satori juga memanfaatkan sampah yang memiliki nilai ekonomis untuk dipilah dan dijual kembali. Sementara sampah yang sudah tidak tidak terpakai, mereka kumpulkan di bantaran kali dan dibakar.

Usaha TPS liar ini sudah berlamgsung lama, Satori sebagai kepala keluarga sudah bermukim di bantaran Kali Jambe sejak puluhan tahun lalu. Saat ini, usaha TPS liar diteruskan anak mantunya sebagai sumber penghidupan utama.

Ketika ditanya soal tumpukan sampah di Kali Jambe, mereka membantah kalau sampah-sampah itu berasal dari tempatnya. Mereka berdalih selalu merapihkan sampah yang sudah tercecer ke dalam aliran kali dan rutin melakukan pembakaran.

Namun, jika dilihat dari kondisi yang ada, sampah di TPS liar milik keluarga Satori sudah menyentuh permukaan air dan memenuhi dinding kali. Lokasi TPS liar mereka juga berada di hulu sungai dari titik tumpukan sampah.

"Kalau kita mah giring kita angkut sampah kalau udah kecebur ke kali, suami saya aja kakak-kakak saya pada turun ke kali supaya sampah enggak ke kali, abis itu kita bakar," tegas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved