Breaking News:

Waspada! Marak Kasus Penipuan Sewa Kamar Apartemen di Serpong

Dengan mengakui kamar apartemen hasil sewaan sebagai milik sendiri, komplotan itu menyewakannya lagi kepada orang lain

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Kapolsek Serpong, Kompol Luckyto Andri Wicaksono, saat gelar rilis kasus penipuan sewa apartemen di Mapolsek Serpong, Jalan Letnan Sutopo, Lengkong Gudang Timur, Serpong, Kamis (5/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Wilayah Serpong, termasuk paling banyak terdapat bangunan apartemen, namun sayangnya hal itu dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk meraup pundi-pundi dengan cara menipu.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Kapolsek Serpong, Kompol Luckyto Andri Wicaksono, baru saja merilis hasil tangkapannya, tiga orang penipu sewa kamar apartemen dengan modus mengaku sebagai pemilik.

Komplotan berinisial AN (28), FS (30) dan DP (39).

Dengan mengakui kamar apartemen hasil sewaan sebagai milik sendiri, komplotan itu menyewakannya lagi kepada orang lain dengan tempo bulan yang lebih lama.

Hal itu merugikan pemilik kamar apartemen sekaligus korban yang berhasil ditipu komplotan itu.

Menurut Luckyto, penipuan kamar apartemen ini marak terjadi, namun sampai saat ini, Luckyto baru menerima dua laporan penipuan modus serupa di apartemen Sky View dan apartemen Greenview Serpong.

Timnas Indonesia Vs Malaysia: Susunan Pemain Starting XI dan Debut 4 Pemain Live di TVRI

"Sebenarnya sudah ada di beberapa apartemen, apa lagi kan di seputaran Serpong cukup banyak apartemen cuma yang ditangani Polsek Serpong sendiri sudah ada dua LP," ujar Luckyto.

Terlebih, harga sewa yang ditawarkan penipu ini di bawah harga pasar, sehingga membuat orang tertarik.

"Jadi di bawah harga pasaran, makanya orang tertarik kan," ujarnya.

Khusus untuk komplotan penipu tiga orang di atas, Luckyto meyakini korbannya sudah lebih dari satu.

"Untuk apartrmen ini saya sangat meyakini sekali bahwa karena modus operandi ini berdasarkan penggalian tersangka selama satu tahun dia melakukan ini, saya rasa cukup banyak korban," ujar Luckyto.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved