Herly Santosa, Atlet Asean Paragames Ikut Ambil Bagian dalam Pekan Raya Koperasi

Herly, sapaan akrabnya terjun ke dunia bisnis handy crafy pada tahun 2008 dengan bermodalkan keterampilan yang didapatkannya dari Panti

Herly Santosa, Atlet Asean Paragames Ikut Ambil Bagian dalam Pekan Raya Koperasi
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Herly Santosa (47) atlet Asean Paragames cabor catur di Pekan Raya Koperasi, JIV Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (6/9/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Herly Santosa (47) atlet Asean Paragames cabor catur ikut andil dalam Pekan Raya Koperasi dengan mengisi stand Usaha Kecil Menangah (UKM) Difable.

Pekan Raya Koperasi merupakan acara yang diadakan Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta gelar Pekan Raya Kopersi Tahun 2019 di Jakarta Internasional Velodrome (JIV) Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur.

Acara yang bertemakan 'Koperasi Berkualitas di Era Digital' ini akan dilaksanakan selama 3 hari, yakni Jumat (6/9/2019) sampai Minggu (9/9/2019).

Sebanyak 60 stand dari 44 kecamatan dari 5 wilayah kota dan satu kepulauan ikut andil dengan menjual produk kuliner maupun handy craft.

Dari sekian banyaknya stand, terdapat satu stand khusus UKM Difabel yang menjual produk handy craft.

Dengan menggunakan kursi roda, rupanya sang penjual handy craft tersebut ialah atlet Asean Paragames yang sudah membawa harum nama Indonesia di negara lain seperti Myanmar dengan perolehan medali emas di cabang olahraga catur.

Herly, sapaan akrabnya terjun ke dunia bisnis handy crafy pada tahun 2008 dengan bermodalkan keterampilan yang didapatkannya dari Panti di kawasan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Bank Jatim Sosialisasi Gadaikan SK Pengangkatan DPRD Jatim Hingga Rp 1,8 Miliar

Rekonstruksi Kasus Pelemparan Batu di Mall Pluit Village Jadi Tontonan Pengunjung

"Pertama kali ke dunia bisnis mulai tahun 2008. Itu saya berpikir masa iya mau seperti ini aja. Saya juga mau usaha. Akhirnya mulai dari kerajinan yang sedikit bisa berkembang jadi dagangan sebanyak ini," ucapnya penuh semangat di lokasi, Jumat (6/9/2019).

Lebih dari 15 jenis handy craft mulai dari gelang hingga tote bag tersedia di stand UKM Difabel.

Menariknya, Herly mengatakan semua barang jualannya merupakan hasil dari para difable yang ada di Indonesia.

Selain berbisnis ia juga ingin menunjukan pada dunia bahwa difabel di Indonesia bisa. Bahkan hasil produknya berkualiatas baik dan tak kalah dengan buatan manusia dengan fisik tubuh normal lainnya.

"Ini semua hasil difable. Jadi dari yayasan mana saya ambil. Saya tampung kemudian saya jual tiap kali ada event seperti ini," sambungnya.

Untuk tiap handy craft dan aksesoris yang di jual Herly hanya dibandrol mulai Rp 10 ribu hingga Rp 270 ribu.

Ia menjamin produk yang dibeli di tokonya tahan lama dan kuat terutama untuk tote bagnya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved