Pelaku Lempar Batu Hingga Lukai Pengunjung Pluit Village karena Tidak Suka Produk Mobil

Pelaku berniat merusak produk mobil yang dipamerkan sebelum melemparkan batu dari lantai 1 menuju tempat pameran ke lantai dasar

Pelaku Lempar Batu Hingga Lukai Pengunjung Pluit Village karena Tidak Suka Produk Mobil
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus pelemparan batu yang melukai pengunjung Mall Pluit Village, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (6/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Polisi menetapkan tersangka terhadap Leonardo (19), pelaku pelemparan batu yang melukai korban, Rouli Simanjuntak, di Mall Pluit Village, Penjaringan, Jakarta Utara.

Pada saat kejadian, korban tengah mendatangi pameran produk mobil di mal tersebut.

Kanit III Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Herman Edco menjelaskan, motif pelaku melaksanakan aksinya adalah karena tidak suka produk mobil tersebut.

"Sebenernya kalo dari keterangan yang kita dapet bahwa dia ini adalah salah satu orang yang tidak suka dengan produk dari yang pameran itu," kata Herman usai gelaran rekonstruksi, Jumat (6/9/2019).

Pelaku berniat merusak produk mobil yang dipamerkan sebelum melemparkan batu dari lantai 1 menuju tempat pameran ke lantai dasar.

Hal itu karena pelaku menilai bahwa produk yang dipamerkan terkesan meniru produk-produk lainnya.

"Jadi karena dia punya pemahaman sendiri, dia berniat untuk merusak produk-produk ini, yang dianggap meniru produk-produk lain," kata Herman.

Sedang Asik Berenang di Kolam, Tangan Seorang Anak Terjebak Dalam Pipa Paralon Pembuangan Air

Kecelakaan Beruntun di Bintaro, Sopir Truk Tanah Hantam Sedan Hitam Hingga 4 Mobil Bertindihan

Pelaku pun awalnya berniat melemparkan batu ke mobil yang dipamerkan.

Namun, lemparannya meleset sehingga mengenai korban.

"Intinya dia melempar ke bawah yang kena adalah korban," jelas Herman.

Adapun peristiwa ini terjadi pada Sabtu (16/2/2019) lalu. Selain terhadap Leonardo, polisi juga menetapkan tersangka kepada Manager on Duty Mall Pluit Village, Tito Omiarto.

Manajemen mal dianggap lalai karena tidak memberikan penanganan sesegera mungkin kepada korban.

"Karena pihak mall tidak mempunyai petugas medis, dan tidak dengan segera membawa korban yang terluka cukup parah ke rumah sakit, merupakan suatu kelalaian yang berakibat fatal bagi pengunjung mal, sepenuhnya hal tersebut merupakan tanggung jawab dari pengelola mal," tutup Herman.

Atas kasus ini, Leonardo dikenakan pasal 351 ayat (1) KUHP sementara Tito dikenakan pasal 360 dan 304 KUHP.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved