Cerita Korban Pelecehan Seksual di Lampu Merah Bekasi, Pelaku: Gua Cium Dulu Aroma Mba di Samping

Kejengkelannya tak terbendung ketika pelaku bukan hanya mengikuti, justru makin berani mengucapkan kalimat kotor dengan menyebutkan organ intim wanita

Cerita Korban Pelecehan Seksual di Lampu Merah Bekasi, Pelaku: Gua Cium Dulu Aroma Mba di Samping
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Pelaku pelecehan seksual di lampu merah Simpang Pekayon Bekasi saat diamankan Polres Metro Bekasi Kota. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Korban pelecehan seksual yang terjadi di lampu merah Simpang Pekayon dekat Revo Town Bekasi, berinisial HN (24), sempat merasa malu ketika harus memberanikan diri menegur pelaku hingga tejadi cekcok di jalan.

HN saat dikonfirmasi TribunJakarta.com, mengatakan, kala itu hal yang terbesit dibenaknya hanya berusaha membela diri dari perkataan dan perbuatan pelaku yang sangat membuatnya tersinggung.

Wanita berhijab kelahiran 1995 ini awalnya sempat tidak ingin menanggapi perkataan jorok pelaku. Dia bahkan berusaha menghindar dan menjauh dari posisi awal dia berhenti menunggu lampu merah, ke ruas jalan sebelah kanan agar menjauh dari posisi pelaku yang sama-sama mengendarai sepeda motor.

"Pada saat itu langsung down ketakutan, dalam hati 'gua gak mau gubris, dia orang gila', di sebelah kanan saya ada mobil pick up hitam dan mobil pribadi, aku udah nyelip-nyelip di mobil itu dan ternyata bapak-bapak (pelaku) itu ngikutin," kata HN kepada TribunJakarta.com, Sabtu (7/9/2019).

Kejengkelannya kian tak terbendung ketika pelaku bukan hanya mengikuti, dia justru makin berani mengucapkan kalimat kotor dengan menyebutkan organ intim wanita. HN lantas memberanikan diri menegur dan memarahi pelaku.

"Dia ngomong kaya gitu lagi sampai ditambahin "duh bentar ya sob gua cium dulu bau aroma mba di samping gue", sekarang posisi dia siapa lagi kalau bukan aku yang ada di sampingnya waktu itu," ungkap HN.

Sambil mengeluarkan ponselnya, HN sempat merekam wajah pelaku sambil terus bertanya perihal perkataan jorok yang dilontarkan. Bukannya takut, pelaku justru menantang korban dengan mengarahkan ponselnya sambil merekam balik.

"Aku bilang ngomong apa tadi kamu sambil aku reflek rekam, terus dia malah bilang kita main rekam-rekaman, aku makin marah di situ," jelas dia.

Kondisi lampu merah saat itu ramai pengguna jalan lain, HN mengaku sempat malu ketika harus membuat keributan di jalan. Bahkan dalam benaknya, dia tidak berani melihat ke kana kiri jalan ketika insiden pelecehan seksual itu terjadi.

Cara Cek Kompensasi PLN Akibat Mati Listrik di Situs pln.co.id, Lengkap dengan Langkah-langkahnya

Pemprov DKI Jakarta Umumkan Perluasan Ganjil Genap Senin Besok: Ini 25 Ruas Jalan Terdampak

Kronologi Kebakaran Hebat di Tangerang Tewaskan Warga Berkebutuhan Khusus: Awalnya Bermain Lilin

"Tapi jujur ya pas kejadian itu aku enggak merhatiin karena aku malu aku, sama sekali enggak nengok kana kiri belakang tapi seingat aku ada dekat mobil pick up itu mba-mba sama mas-mas, mereka si ngeliat aku, soalnya menurut aku, aku malu buat keributan di jalan, aku malu sama diri aku sendiri, buat ngeliat orang-orang sekitar aja aku enggak punya mental," jelas dia.

Ketika lampu hijau, HN langsung tancap gas meninggalkan lokasi. Dia bahkan semapat was-was pelaku terus menguntit dirinya.

"Aku langsung jalan ngebut, sempet liat spion kanan kiri takut dia ngikutin, tapi ternyata enggak ada enggak tahu dia putar balik ke arah Pekayon atau memang kehalang kendaraan lain," jelas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved