Cerita Pak Kumis Driver Gaspol: Awalnya Malu Pakai Helm Gundala Hingga Jadi Sasaran Selfie

Diakui Pak Kumis, sebelum bergabung dengan Gaspol dirinya juga merupakan pengemudi resmi transportasi online yang saat ini menjadi kompetitor Gaspol

Cerita Pak Kumis Driver Gaspol: Awalnya Malu Pakai Helm Gundala Hingga Jadi Sasaran Selfie
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Abdul Sukron alias Pak Kumis mitra Gaspol ketika dijumpai di kawasan Pasar Agung, Sukmajaya, Kota Depok 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, DEPOK – Sudah dua bulan belakangan ini, Abdul Sukron atau yang akrab disapa Pak Kumis bergabung dengan Gaspol, moda transportasi online baru yang sedang hangat diperbincangkan masyarakat.

Dijumpai TribunJakarta.com di kawasan Pasar Agung, Sukmajaya, Kota Depok, Pak Kumis berkesempatan meluangkan sedikit waktunya untuk berbagi cerita kenapa dirinya memutuskan untuk bergabung dengan Gaspol.

Diakui Pak Kumis, sebelum bergabung dengan Gaspol dirinya juga merupakan pengemudi  resmi  transportasi online yang saat ini menjadi kompetitor Gaspol.

“Dulu saya juga ojek online juga sebelum di Gaspol, cukup lama disana. Tapi saya semakin terbebani dengan upah yang kurang sesuai, ditambah beberapa rekan saya mengalami suspend sepihak,” ujar pak Kumis, Sabtu (7/9/2019).

Berbeda dengan di perusahaan sebelumnya, Pak Kumis mengatakan bahwa Gaspol hanya memotong sebanyak 20 persen dari setiap trip atau orderan yang ia dapatkan.

“Jadi setiap trip dipotong 20 persen, tapi langsung dikembalikan dua persen masuk ke tabungan saya. Itu langsung gak pakai nunggu,” kata Pak Kumis menyebutkan satu diantara sejumlah faktor dirinya memtuskan bergabung bersama Gaspol.

Lanjut Pak Kumis, pihak Gaspol juga tidak melakukan suspend sepihak lantaran ada Kapten Gaspol yang membawahi setiap 100 driver Gaspol.

“Jadi kalau Kapten Gaspol ini membawahi setiap 100 driver, kalau salah satunya ada yang bermasalah nanti langsung turun Kaptennya, hingga tidak ada yang namanya suspend sepihak kalau disini,” jelasnya.

Pak Kumis juga mengatakan, Gaspol menyediakan tombol panic button yang bisa diakses setiap mitranya melalui aplikasi bilamana terjadi kondisi darurat.

Tak Pernah Jera, Sulitnya Menertibkan Pak Ogah di Jalanan

Timnas U-19 Indonesia Vs Iran: Drama 6 Gol, Pasukan Garuda Hanya Mampu Lesakkan 2 Gol

Belah Wakatobi, Waria D3 Pelayaran yang Mangkal di Semarang: Kuat Push Up saat Ditangkap Satpol PP

Terakhir, Pak Kumis menuturkan awal mula ia terjun ke lapangan mengenakan seragam Gaspol yang mirip superhero Gundala, sempat ada rasa malu yang menyelimuti dirinya.

Namun, seiringnya berjalannya waktu rasa malu tersebut hilang dan berganti dengan rasa bangga mengenakan seragam Gaspol yang memiliki atribut sayap dibagian pundak dan helmnya.

“Awalnya malu sih mas, kan ada sayapnya itu dibagian jaket sama helmnya. Tapi kok semakin kesini masyarakat malah tertarik, saya saja sering diajak selfie sama pelanggan saya, ya saya senang-senang saja karena itu kan bagian dari pelayanan saya, malah jadi bangga sekarang,” pungkasnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved