Kebijakan Ganjil Genap

Ini Syarat Mobil Penyandang Disabilitas Bisa Melintas di Kawasan Ganjil Genap

Kadishub DKI mengatakan, Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan stiker disabilitas.

Ini Syarat Mobil Penyandang Disabilitas Bisa Melintas di Kawasan Ganjil Genap
TRIBUNJAKARTA.COM/ANIS KURNIASIH
ILUSTRASI Mobil Wara - Wiri khusus penyandang disabilitas dan ibu hamil yang ada di kawasan Ancol Taman Impian, Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANGPemprov DKI Jakarta membuat pengecualian dengan memperbolehkan mobil yang mengangkut penyandang disabilitas melintas bebas di ruas jalan ganjil genap.

Meski demikian, pemilik mobil yang biasa digunakan oleh penyandang disablitas harus terlebih dahulu mengajukan permohonan untuk mendapatkan stiker khusus agar terbebas dari aturan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan stiker disabilitas.

“Pemohon harus membuat surat permohonan kepada Dinas Perhubungan disertai dengan persyaratan administrasi,” ucapnya, Jumat (6/9/2019).

Ganjil Genap Resmi Diterapkan 9 September, Pemprov DKI Targetkan Penurunan Volume Lalu Lintas 40%

Persyaratan administrasi itu meliputi, e-KTP penyandang disabilitas yang berusia di atas 17 tahun atau Kartu Idntitas Anak (KIA) untuk anak di bawah 17 tahun, Kartu Keluarga (KK), foto kondisi penyandang disabilitas, dan foto copy STNK kendaraan yang dimohonkan.

“Kami juga nantinya akan melakukan survei kepada yang bersangkutan,” ujarnya di Spot Budaya Dukuh Atas, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Jika didapatkan hasil survei ternyata yang bersangkutan memiliki kendala atau hambatan dalam mengakses sistem angkutan umum yang ada di Jakarta, maka stiker kami berikan,” tambahnya menjelaskan.

Sampai hari terakhir uji coba perluasan ganjil genap, Pemprov DKI sendiri telah menerbitkan 231 stiker untuk mobil penyandang disabilitas dan 125 stiker lainnya yang sedang dalam proses verifikasi.

“Jika stiker ditempel dan ternyata tidak ada warga disablitas maka otomatis kena tilang pak polisi. Begitu juga jika di dalam ada penyandang disabilitas tapi tidak ada stikernya,” kata Syafrin.

Seperti diketahui, kebijakan perluasan ganjil genap akan mulai diterapkan pada 9 September 2019 mendatang.

Sama seperti pada saat masa uji coba, kebijakan perluasan ganjil genap ini akan diterapkan mulai Senin-Jumat, sejak pukul 06.00 WIB sampai 10.00 WIB dan pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Masa Uji Coba Perluasan Ganjil Genap Berakhir, Pemprov DKI Klaim Pengguna Transjakarta Meningkat 5 %

Adapun 25 ruas jalan yang terdampak perluasan ganjil genap :

1. Jalan Pintu Besar Selatan
2. Jalan Gajah Mada
3. Jalan Hayam Wuruk
4. Jalan Majapahit
5. Jalan Medan Merdeka Barat
6. Jalan MH. Thamrin
7. Jalan Jenderal Sudirman
8. Jalan Sisingamangaraja
9. Jalan Panglima Polim
10. Jalan Fatmawati (mulai dari simpang Jl Ketimun 1 sampai simpang Jl TB Simatupang)
11. Jalan Suryopranoto
12. Jalan Balikpapan
13. Jalan Kyai Caringin
14. Jalan Tomang Raya
15. Jalan S. Parman (mulai dari Simpang Jl Tomang Raya sampai Simpang Jl KS Tubun)
16. Jalan Gatot Subroto
17. Jalan M.T Haryono
18. Jalan H.R Rasuna Said
19. Jalan D.I Panjitan
20. Jalan Jenderal A. Yani (mulai dari Simpang Jl Perintis Kemerdekaan sampai Simpang Jl Bekasi Timur Raya)
21. Jalan Pramuka
22. Jalan Selemba Raya Sisi Barat, Jalan Salemba Raya Sisi Timur
23. Jalan Kramat Raya
24. Jalan Stasiun Senen
25. Jalan Gunung Sahari

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved