Jumlah Peserta Ruwatan Terbatas, TMII: Masalah Tempat dan Kenyamanan

Ruwatan bertujuan untuk melepaskan penderitaan serta membersihkan anak yang masuk golongan sukerto dan hidupnya selalu diintai bencana dan malapetaka

Jumlah Peserta Ruwatan Terbatas, TMII: Masalah Tempat dan Kenyamanan
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Plh Direktur Penelitian, Pengembangan dan Budaya TMII, Sigit Gunardjo di Museum Pusaka, TMII, Sabtu (7/9/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMAN MINI - Plh Direktur Penelitian, Pengembangan dan Budaya TMII, Sigit Gunardjo ungkap alasan pembatasan peserta ruwatan massal.

Ruwatan ialah kegiatan budaya bersifat ritual melalui pergelaran wayang kulit dengan cerita Murwakalayang, yang dilakukan oleh seorang dalang ruwar wayang kulit purwa dan dilengkapi dengan sesaji-sesaji khusus.

Ruwatan bertujuan untuk melepaskan penderitaan serta membersihkan anak yang masuk golongan sukerto dan hidupnya selalu diintai bencana dan malapetaka.

Setiap Tahun Baru Islam, TMII yang merupakan tempat pelestarian warisan budaya terus menggelar ruwatan masal untuk umum. Namun dengan jumlah peserta yang selalu dibatasi.

Dijelaskan Sigit hal ini dikarenakan kondisi tempat yang tak memadai.

"Alasannya tentunya kalau dari sisi Museum Pusaka karena tempat. Sebab beberapa kali penyelenggaraan tempatnya di dalam sini. Lah kebetulan kita sekarang sudah punya Plaza. Tapi kalau tidak dibatasi kita takut tidak nyaman," ungkapnya di Museum Pusaka, Sabtu (7/9/2019).

Banyaknya masyarakat Jawa yang masih menjujung tinggi nilai budaya juga menjadi salah satu faktor jumlah peserta ruwatan terus membeludak setiap tahunnya.

Sementara pihak TMII ingin memberikan pelayanan yang terbaik. Sehingga peserta yang mendaftar lebih dululah yang berhak mengikuti prosesi ruwatan.

"Kita butuh susana kenyaman. Peminatnya banyak, jadi kita batasi agar tidak ribet juga. Karena kelangkapan untuk ruwetan ini juga macam-macam, seperti pakaiannya. Jadi kalau tidak kita batasi sesuai kemampuan malah jadi mengecewakan," tandasnya.

Buang Sial, 62 Peserta Ikuti Ruwatan Massal di Museum Pusaka TMII

Pria Tua Diduga Tewas Akibat Serangan Jantung Setelah Minum Teh, Polisi Temukan Pil Mirip Obat Kuat

Selama ini, jumlah peserta ruwatan atau sukerto akan dibatasi maksimal 70 orang. Yang biasanya pendaftaran akan ditutup pada beberapa minggu sebelum pelaksanaan ruwatan berlangsung.

Meskipun para peserta tak mengetahui secara detail makna ruwatan, diharapkan Sigit acara ini bisa menjadi pengetahuan dini terkait budaya Jawa.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved