Kebijakan Ganjil Genap

Masa Uji Coba Perluasan Ganjil Genap Berakhir, Pemprov DKI Klaim Pengguna Transjakarta Meningkat 5 %

Peningkatan jumlah penumpang Transjakarta ini merupakan tanda bahwa masyarakat mulai beralih menggunakan transportasi umum.

Masa Uji Coba Perluasan Ganjil Genap Berakhir, Pemprov DKI Klaim Pengguna Transjakarta Meningkat 5 %
TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Petugas Dishub DKI melakukan sosialisasi perluasan ganjil genap di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (12/8/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANGKepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, selama uji coba perluasan ganji genap terjadi peningkatakan jumlah pengguna moda transportasi bus Transjakarta sebesar lima persen.

Hal ini ia sampaikan saat konferensi pers di hari terakhir uji coba perluasan ganjil genap di Spot Budaya Dukuh Atas, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2019).

“Untuk Transjakarta secara keseluruhan tidak hanya di dalam koridor ganjil genap, tetapi seluruh koridor Transjakarta terjadi peningkatan jumlah penumpang sebanyak lima persen,” ucapnya, Jumat (6/9/2019).

Dikatakan Syafrin, peningkatan jumlah penumpang Transjakarta ini merupakan tanda bahwa masyarakat mulai beralih menggunakan transportasi umum.

Uji Coba Perluasan Ganjil Genap Berakhir, Pemprov DKI Klaim Kinerja Lalu Lintas Membaik

Guna mendorong semakin banyaknya masyarakat menggunakan angkutan umum, Syafrin menyebut, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan integrasi moda transportasi melalui program Jak Lingko.

Dimana ada tiga hal yang akan ditekankan dalam program ini, yaitu integrasi fisik, integrasi pelayanan, dan inetgrasi sistem pembayaran.

“Perlu dipahami, bahwa Jak Lingko ini tidak hanya integrasi sistem angkutan umum jalan, tetapi juga sistem angkutan rel,” ujarnya.

“Jadi di sini ada namanya MRT, LRT, ataupun Transjakarta bisa menggunakan kartu ini (Jak Lingko),” tambahnya.

Seperti diketahui, kebijakan perluasan ganjil genap akan mulai diterapkan pada 9 September 2019 mendatang.

Sama seperti pada saat masa uji coba, kebijakan perluasan ganjil genap ini akan diterapkan mulai Senin-Jumat, sejak pukul 06.00 WIB sampai 10.00 WIB dan pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Adapun 25 ruas jalan yang terdampak perluasan ganjil genap :

1. Jalan Pintu Besar Selatan
2. Jalan Gajah Mada
3. Jalan Hayam Wuruk
4. Jalan Majapahit
5. Jalan Medan Merdeka Barat
6. Jalan MH. Thamrin
7. Jalan Jenderal Sudirman
8. Jalan Sisingamangaraja
9. Jalan Panglima Polim
10. Jalan Fatmawati (mulai dari simpang Jl Ketimun 1 sampai simpang Jl TB Simatupang)
11. Jalan Suryopranoto
12. Jalan Balikpapan
13. Jalan Kyai Caringin
14. Jalan Tomang Raya
15. Jalan S. Parman (mulai dari Simpang Jl Tomang Raya sampai Simpang Jl KS Tubun)
16. Jalan Gatot Subroto
17. Jalan M.T Haryono
18. Jalan H.R Rasuna Said
19. Jalan D.I Panjitan
20. Jalan Jenderal A. Yani (mulai dari Simpang Jl Perintis Kemerdekaan sampai Simpang Jl Bekasi Timur Raya)
21. Jalan Pramuka
22. Jalan Selemba Raya Sisi Barat, Jalan Salemba Raya Sisi Timur
23. Jalan Kramat Raya
24. Jalan Stasiun Senen
25. Jalan Gunung Sahari

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved