Pelecehan Seksual di Lampu Merah Bekasi Selesai: Identitas Pelaku, Ditangkap, Ucapannya ke Korban

keduanya, sepakat membuat surat pernyataan dimana pelaku berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya

TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Pelaku pelecehan seksual di lampu merah Simpang Pekayon Bekasi saat diamankan Polres Metro Bekasi Kota. 

Pelaku diketahui bernama Teguh Setia Putra (37), diamankan polisi di kediamannya di kawasan Bekasi Selatan pada Jumat (6/9/2019) malam.

Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Eka Mulyana di Mapolres Metro Bekasi Kota, Sabtu (7/9/2019)
Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Eka Mulyana di Mapolres Metro Bekasi Kota, Sabtu (7/9/2019) (TribunJakarta/Yusuf Bachtiar)

Korban berinisial HN (24) saat dikonfimasi mengatakan, terdapat sejumlah alasan yang membuatnya enggan memilih jalur hukum dalam perakara pelecehan seksual yang menimpanya.

"Ada satu dua dan lain hal ya, gimana ya aku enggak bisa jelasin secara gamblangya," kata HN kepada TribunJakarta.com, Sabtu (7/9/2019).

Dia mengaku sudah dimintai keterangan oleh polisi. Wanita berhijab ini memilih memberikan kesempatan kepada pelaku mengubah diri agar tidak mengulangi perbuatannya.

"Ya saya juga minta keamanan diri saya juga, bukan hanya diri saya ternyata di twitter setelah viral itu banyak korbannya yang cerita juga pernah ngalamin. Jadi semoga biar dia enggak lakuin kaya gitu lagi. Aku tuh pengen di sadar, udahlah mau cari kepuasan apa lagi dengan berbuat kaya gitu," ungkap HN.

Ketika di Polres Metro Bekasi Kota, HN sempat melihat langsung pelaku, namun dia enggan berbicara atau menatap mukanya. Dia atas persetujuan kedua orangtua yang mengantarnya memilih dibuatkan surat pernyataan agar pelaku tak mengulangi perbuatannya.

"Iya (surat pernyataan), ada satu dan dua lain hal yang enggak bisa saya sebutin kenapa saya memilih enggak lanjutin (ke hukum)," jelas dia.

Namun, HN mengaku jika ada korban lain yang merasa pernah mengalami pelecehan seksual seperti dirinya dengan pelaku yang sama, hal ini tentu menjadi hak setiap orang untuk memproses kasus ini ke ranah hukum dengan membuat laporan.

"Kalau ada korban lain yang berani up silahkan aja, cuma untuk saya pribadi ada satu dan dua lain hal yang saya rasa udah lah enggak usah, beda ya kalau orang lain terserah mumpung udah ketangkep orangnya karena orangkan beda-beda," jelas dia.

Pelaku sebut ingin cium aroma korban

Korban pelecehan seksual yang terjadi di lampu merah Simpang Pekayon dekat Revo Town Bekasi, berinisial HN (24), sempat merasa malu ketika harus memberanikan diri menegur pelaku hingga tejadi cekcok di jalan.

HN saat dikonfirmasi TribunJakarta.com, mengatakan, kala itu hal yang terbesit dibenaknya hanya berusaha membela diri dari perkataan dan perbuatan pelaku yang sangat membuatnya tersinggung.

Wanita berhijab kelahiran 1995 ini awalnya sempat tidak ingin menanggapi perkataan jorok pelaku. Dia bahkan berusaha menghindar dan menjauh dari posisi awal dia berhenti menunggu lampu merah, ke ruas jalan sebelah kanan agar menjauh dari posisi pelaku yang sama-sama mengendarai sepeda motor.

"Pada saat itu langsung down ketakutan, dalam hati 'gua gak mau gubris, dia orang gila', di sebelah kanan saya ada mobil pick up hitam dan mobil pribadi, aku udah nyelip-nyelip di mobil itu dan ternyata bapak-bapak (pelaku) itu ngikutin," kata HN kepada TribunJakarta.com, Sabtu (7/9/2019).

Kejengkelannya kian tak terbendung ketika pelaku bukan hanya mengikuti, dia justru makin berani mengucapkan kalimat kotor dengan menyebutkan organ intim wanita. HN lantas memberanikan diri menegur dan memarahi pelaku.

"Dia ngomong kaya gitu lagi sampai ditambahin "duh bentar ya sob gua cium dulu bau aroma mba di samping gue", sekarang posisi dia siapa lagi kalau bukan aku yang ada di sampingnya waktu itu," ungkap HN.

Sambil mengeluarkan ponselnya, HN sempat merekam wajah pelaku sambil terus bertanya perihal perkataan jorok yang dilontarkan. Bukannya takut, pelaku justru menantang korban dengan mengarahkan ponselnya sambil merekam balik.

"Aku bilang ngomong apa tadi kamu sambil aku reflek rekam, terus dia malah bilang kita main rekam-rekaman, aku makin marah di situ," jelas dia.

Kondisi lampu merah saat itu ramai pengguna jalan lain, HN mengaku sempat malu ketika harus membuat keributan di jalan. Bahkan dalam benaknya, dia tidak berani melihat ke kana kiri jalan ketika insiden pelecehan seksual itu terjadi.

Ramalan Zodiak Besok, Minggu 8 September 2019: Aries Merasa Bebas, Taurus Akan Sibuk

Rilis Bulan Ini, Simak Spesifikasi Lenovo K10 Note: Diklaim Bisa Bermain Game Selama 13 Jam

Cara Cek Kompensasi PLN Akibat Mati Listrik di Situs pln.co.id, Lengkap dengan Langkah-langkahnya

"Tapi jujur ya pas kejadian itu aku enggak merhatiin karena aku malu aku, sama sekali enggak nengok kana kiri belakang tapi seingat aku ada dekat mobil pick up itu mba-mba sama mas-mas, mereka si ngeliat aku, soalnya menurut aku, aku malu buat keributan di jalan, aku malu sama diri aku sendiri, buat ngeliat orang-orang sekitar aja aku enggak punya mental," jelas dia.

Ketika lampu hijau, HN langsung tancap gas meninggalkan lokasi. Dia bahkan semapat was-was pelaku terus menguntit dirinya.

"Aku langsung jalan ngebut, sempet liat spion kanan kiri takut dia ngikutin, tapi ternyata enggak ada enggak tahu dia putar balik ke arah Pekayon atau memang kehalang kendaraan lain," jelas dia. (Yusuf Bachtiar)

Penulis: erik sinaga
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved