Tabur Ikan di Waduk Hutan Kota Pulogebang, Warga Diminta Tak Pancing 3 Bulan ke Depan

Dirinya mengimbau kepada warga untuk tidak memancing agar upaya keseimbangan biota air tercapai.

Tabur Ikan di Waduk Hutan Kota Pulogebang, Warga Diminta Tak Pancing 3 Bulan ke Depan
ISTIMEWA/Dokumentasi Sudin KPKP Jakarta Timur
Suasana restoking ikan di Waduk Hutan Kota, Pulogebang, Jakarta Timur, Jumat (6/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Kepala Seksi Perikanan Sudin Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur Supriyadi Shaleh larang warga pancing ikan di Waduk Hutan Kota, Pulogebang, Jakarta Timur selama tiga bulan ke depan.

Sebanyak 50 kilogram ikan yang terdiri dari ikan mas dan nila sudah ditebar di Waduk Hutan Kota oleh Sudin KPKP Jakarta Timur. Restoking ini dilakukan pada Jumat (6/9/2019) dengan tujuan menambah stok biota untuk keseimbangan antara kelimpahan pakan dan jumlah ikan.

Supriyadi mengatakan, panjangnya ikan yang disebar hanya sekitar 5-8 cm saja.

Sehingga dirinya melarang keras adanya aktivitas memacing di lokasi sampai jangka waktu paling lama 3 bulan ke depan.

Kasatpel Kehutanan Upayakan Hutan Kota Ujung Menteng Dilengkapi Data Pohon

"Ikan yang ditebar masih kecil. Kita akan terus lakukan pengawasan. Sudin KPKP Jakarta Timur nantinya akan melakukan monitoring sampai 3 bulan ke depan," jelasnya saat dikonformasi, Sabtu (7/9/2019).

Dirinya mengimbau kepada warga untuk tidak memancing agar upaya keseimbangan biota air tercapai. Sebab ketika 3 bulan ke depan, kondisi ikan sudah siap dikonsumsi.

"Nanti kalau 3 bulan ke depan sudah ukuran 200-250 gr. Itu bisa dikonsumsi warga. Makanya selama 3 bulan ini kita perketat penjagaan di lokasi," ujarnya.

Ia berharap besar pada masyarakat sekitar untuk bisa membantu dan bekerja sama dalam mengawasi Waduk Hutan Kota.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mengawasi adanya penangkapan ikan yang menggunakan jaring, jala, potasium ataupun bom yang berakibat pada kerusakan lingkungan perairan.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved