Breaking News:

Dinkes Kota Depok Beri Sanksi Disiplin Pada Puskesmas yang Berikan Obat Kedaluwarsa Untuk Pasiennya

Novarita menjelaskan, kelalaian tersebut terjadi lantaran pihak Puskesmas tidak menjalankan standar operasional (SOP) sebelum menyuntik Nur

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Nur menunjukan obat kedaluwarsa yang dikonsumsinya ketika dijumpai wartawan di kediamannya, Senin (9/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok Novarita, akhirnya angkat bicara terkait pemberian obat kedaluwarsa pada Nur Istiqomah (50).

Sebelumnya diberitakan, Nur Istiqomah adalah pasien pengidap penyakit paru-paru basah di Puskesmas Vila Pertiwi, Cilodong, Kota Depok.

Selama menjalani pengobatan, Nur harus disuntik setiap hari dan ia baru sadar bahwa obat yang disuntikannya sudah kedaluwarsa pada Minggu (8/9/2019).

Novarita mengatakan, pihaknya telah memanggil kepala Puskesmas Vila Petiwi lantaran telah lalai memberikan obat yang telah lewat batas konsumsi pada bulan Juli 2019 silam.

“Memang ada kesalahan, yang bersangkutan (puskesmas Vila Pertiwi) sudah kami berikan sanksi hukuman disiplin," ujar Novarita dikonfirmasi, Selasa (10/9/2019).

Lanjut Novarita, telah ada juga kesepakatan antara pihak Puskesmas dengan pasien dengan cara merujuk Nur ke dokter spesialis paru-paru.

"Dengan pasien juga sudah ada kesepakatan dan pasien kami rujuk ke dokter spesialis paru di rumah sakit Sentra Medika dan terus kami pantau kondisinya,” katanya.

SBY Jenguk BJ Habibie di RSPAD Gatot Subroto

Butuh Kemenangan, Fachrudin Aryanto Ingin Bantu Persija Jakarta Permalukan Persipura

Timnas Indonesia Vs Thailand: Siap Berlari Hingga Tak Sanggup Lagi Demi Keluar dari Juru Kunci

Novarita menjelaskan, kelalaian tersebut terjadi lantaran pihak Puskesmas tidak menjalankan standar operasional (SOP) sebelum menyuntik Nur.

"Harusnya pada waktu melakukan suntik harus dilihat dulu, jadi itu sudah SOP. Kalau kemarin kan obat ditaruh sesuai dengan spesifik penyakitnya. Sekarang setiap nanti mau melakukan tindakan harus dilihat dulu obatnya, kadaluarsa atau engga,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved