KPK Dinilai Butuh Pembenahan dan Perbaikan

Komisi Pemberantasan Korupsi diminta menyikapi rencana revisi UU Nomor 30 tahun 2002 secara jernih dan emosional

KPK Dinilai Butuh Pembenahan dan Perbaikan
Tribunnews.com/Aqodir
Gedung KPK 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi diminta menyikapi rencana revisi UU Nomor 30 tahun 2002 secara jernih dan emosional. Bahkan, wadah KPK yang selalu menolak rencana revisi tersebut diharapkan tidak melakukan langkah bernuansa politik.

Dukungan tersebut diserukan massa yang menamakan dirinya Civil Society Movement saat menggelar aksi demonstrasi di depan gedung KPK, Jakarta (10/9/2019).

"Di usia KPK yang sudah sekitar 17 tahun, jelas dan pasti butuh pembenahan dan perbaikan," ujar koordinator aksi Syafrudin Budiman.

Rencana revisi yang salah satunya membentuk Dewan Pengawas pun dalam tuntutan mereka sangat berguna bagi perkembangan KPK menjadi lebih baik. Langkah tersebut dimaksudkan untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan berkedok pemberantasan korupsi.

Sementara itu, Wadah Pegawai di lembaga antirasuah tersebut yang kerap menolak rencana revisi tersebut terindikasi sarat politis praktis. Sebab, dalam lembaga penegak hukum tidak mengenal adanya wadah pegawai.

Komentar Jokowi Soal Bakal Direvisinya UU KPK oleh DPR

"Wadah pegawai KPK harus dibubarkan karena hanya menjadi preseden buruk dan tidak sehat bagi pembangunan dan penguatan sistem KPK," tuturnya.

Ditambahkannya, kerja pansel yang telah menyaring 10 capim KPK sudah baik dan mendukung lanjutan Fit and Proper Test. Diharapkan, nantinya menghasilkan 5 pimpinan yang bisa melakukan perubaham bagi KPK.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved