Pasien Pengidap Sakit Paru-paru Diberi Obat Kedaluwarsa di Depok, Wali Kota: Sanksinya Teguran

Menurut Idris, pihaknya telah memberikan teguran pada petugas kesehatan yang lalai dalam bekerja dan memberikan obat kedaluwarsa tersebut.

Pasien Pengidap Sakit Paru-paru Diberi Obat Kedaluwarsa di Depok, Wali Kota: Sanksinya Teguran
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Wali Kota Depok Mohammad Idris ketika dijumpai wartawan di kawasan Jalan Raya Margonda, Pancoran Mas, Kota Depok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Wali Kota Depok Mohammad Idris turut mengomentari kasus Nur Istiqomah (50), pasien pengidap penyakit paru-paru basah yang menerima obat kedaluwarsa dari Puskesmas Vila Pertiwi, Cilodong, Kota Depok.

Menurut Idris, pihaknya telah memberikan teguran pada petugas kesehatan yang lalai dalam bekerja dan memberikan obat kedaluwarsa tersebut.

“Itu juga sudah kami tegur, itu memang ada kesalahan dan ketidaksengajaan memang kami dalam hal ini sedang bina dia, dan kami akan tingkatkan kapasitas yang lainnya atas kekhilafan dan kekeliruan dari si pegawai ini, tidak ada unsur kesengajaan” ujar Idris di kawasan Jalan Raya Margonda, Pancoran Mas, Kota Depok, Selasa (10/9/2019).

Idris mengatakan, permasalahan tersebut pun langsung ditangani oleh pihak Puskesmas dan Nur pun telah mendapatkan kompensasi berupa pengobatan.

“Itu langsung kami selesaikan, dari Puskesmas sendiri, dari RSUD juga sudah nyambung kami berikan semacam kompensasi. Bentuknya pengobatan, nanti kami lihat ketentuannya bisa gak ditangani oleh pemerintah,” tambahnya.

Terlilit Utang, HS Tewas Gantung Diri: Safitri Lihat Ibunya Tergantung di Dalam Kamar

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Thailand

Idris mengatakan tidak ada sanksi administrasi yang diberikan pada petugas kesehatan yang telah lalai memberikan obat kedaluwarsa tersebut.

“Sanksi administrasi memang tidak ada dasarnya karena bukan kesengajaan , jadi teguran-teguran biasa saja,” ucap Idris.

Untuk diketahui, Nur baru mengetahui obat yang dikonsumsinya dengan cara disuntik telah kadaluwarsa pada Minggu (8/9/2019) dua hari yang lalu.

Padahal, Nur telah menyuntikan obat tersebut ke tubuhnya hingga sebanyak 33 kali dari mulai pengobatan.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved