Pengemudi Mobil Gunakan Pelat Nomor Palsu Agar Lolos Ganjil Genap Dapat Dipidana

Pengendara mobil yang menggunakan pelat nomor palsu agar lolos dari perluasan ganjil genap dapat dikenakan sanksi pidana.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Personel Lantas Polsek Matraman Bripka Dede Sugianto saat menindak pengemudi mobil di Matraman, Jakarta Timur, Selasa (10/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN - Pengendara mobil yang menggunakan pelat nomor palsu agar lolos dari perluasan ganjil genap dapat dikenakan sanksi pidana.

Kanit Lantas Polsek Matraman AKP Dwi Hari Setianto mengatakan penggunaan pelat nomor palsu sudah termasuk tindak pidana pemalsuan.

"Kalau misalnya kedapatan melakukan pemalsuan kemungkinan diarahkan ke Reskrim. Karena kalau pemalsuan sudah pidana," kata Dwi di Matraman, Jakarta Timur, Selasa (10/9/2019).

Namun dia enggan merinci pasal yang dikenakan kepada pengemudi mobil bila kedapatan melanggar aturan perluasan ganjil genap.

Dwi hanya menuturkan butuh pemeriksaan lebih lanjut dari pihak Unit Reskrim terkait tindak pidana yang dilakukan.

"Nanti dari Reserse yang mendalami akan mendalami unsur pidananya," ujarnya.

Kepada pengemudi mobil yang ditilang, Dwi menyebut pasal yang dikenakan yakni pasal 287 ayat 1 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Denda maksimal yang menanti pengemudi mobil pelanggar Gage saat mengambil SIM mereka di Kejaksaan yakni Rp 500 ribu.

"Selama dua hari kami melakukan penindakan ganjil genap kami belum menemukan yang menggunakan pelat palsu," tuturnya.

Polisi Antisipasi Penggunaan Pelat Nomor Palsu untuk Hindari Ganjil Genap

Kanit Lantas Polsek Jatinegara Iptu Didik Sapto menduga adanya pengendara mobil yang menggunakan pelat nomor palsu agar lolos dari pemberlakuan ganjil genap (Gage)

Meski belum mendapati adanya pengemudi yang menggunakan pelat nomor palsu, dia mengaku terus memantau pelat nomor kendaraan yang melintas.

"Kalau sementara ini belum ketahuan. Tapi kadang, sedikit banyak saya masih ada kecurigaan terhadap pelat nomor palsu," kata Didik di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (10/9/2019).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved