BJ Habibie Meninggal

Anies Baswedan Sebut BJ Habibie Sebagai Bapak Demokrasi Pembuka Keran Kebebasan Pers

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut sosok BJ Habibie sebagai bapak demokrasi di Indonesia.

Anies Baswedan Sebut BJ Habibie Sebagai Bapak Demokrasi Pembuka Keran Kebebasan Pers
TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat ditemui awak media di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (10/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut sosok BJ Habibie sebagai bapak demokrasi di Indonesia.

Pasalnya, semasa menjabat sebagai Presiden ke-3 RI, BJ Habibie mendorong pengesahan Undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers.

"Kebebasan pers dimulai oleh pak Habibie, sebelumnya kita menyaksikan tidak ada kebebasan itu," ucapnya, Rabu (11/9/2019).

Ia pun menyebut, seluruh insan pers berutang budi kepada pria yang lahir pada 25 Juni 1936 di Parepare, Sulawesi Selatan.

"Pak Habibie hadir membuka keran kebebasan pers yang kita rasakan sampai sekarang," ujarnya.

Hormati BJ Habibie, Pemerintah Ajak Rakyat Indonesia Kibarkan Merah Putih Setengah Tiang 3 Hari

Malam Ini 50 Petugas Dikerahkan Gali Makam Habibie di TMP Kalibata

Seperti diketahui, Presiden ke-3, BJ Habibie meninggal dunia, Rabu (11/9/2019) pukul 18.05 WIB di RSPAD Gatot Subroto.

Ia dirawat di RSPAD sejak 1 September 2019 lalu. Seluruh biaya perawatan selama disana ditanggung oleh negara.

Untuk menangani kesehatan BJ Habibie, sebanyak 44 dokter Kepresidenan ‎telah disiapkan. Mereka terdiri dari 34 tim panel ahli dan 10 dokter pribadi presiden.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved