Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Beberkan Kejanggalan Proyek Pembangunan Stadion BMW

Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta mencium banyak kejanggalan dalam proyek pembangunan Jakarta International Stadion (JIS)

Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Beberkan Kejanggalan Proyek Pembangunan Stadion BMW
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Suasana di lahan proyek Stadion BMW, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (14/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta mencium banyak kejanggalan dalam proyek pembangunan Jakarta International Stadion (JIS) atau Stadion Jakarta Bersih, Manusiawi, dan Berwibawa (BMW).

Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Pantas Nainggolan mengungkapkan, kejanggalan itu sudah mulai terlihat saat Pemprov DKI Jakarta menunjuk PT Jakpro sebagai pelaksana proyek.

Padahal, proyek pembangunan stadion yang terletak di kawasan Jakarta Utara itu bisa saja dilalukan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga.

"Poin pertama sebenarnya kenapa pemerintah memberikan kebijakan apa yang menjadi kewenangan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) ke BUMD (Badan Usaha Milik Daerah)," ucapnya, Rabu (11/9/2019).

Ia pun menyebut, sejak pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018, Fraksi PDIP sendiri telah menolak dana penyertaan modal sebesar Rp 4,7 triliun untuk PT Jakpro.

"Kami enggak mengerti latar belakangnya, tiba-tiba ditugaskan kepada Jakpro. Yang pasti kalau ditugaskan Jakpro dengan penyertaan modal, maka ownernya adalah Jakpro," ujarnya.

BJ Habibie Meninggal Dunia, Jokowi Bersama Didampingi Iriana Melayat di RSPAD Gatot Subroto

Padahal, bila pelaksanaan proyek dilakukan oleh SKPD terkait, dana sisa dari Rp 4,7 triliun yang diberikan untuk pembangunan stadion tersebut bisa dikembalikan ke kas daerah.

"Dalam konteks penyertaan modal, kalau enggak salah sebesar Rp 4,7 triliun untuk pembangunan BMW. Ternyata tender yang ada sekarang ini hanya Rp 4 triliun, artinya ada sisa," kata Pantas.

"Kalau di SKPD maka sisa ini akan jadi SILPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) dan kembali ke kas daerah," tambahnya menjelaskan.

Halaman
12
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved