Fraksi PKS Tolak Wacana Posisi Wagub DKI Diisi Lebih dari Satu Orang

Pihaknya pun menginginkan agar posisi Wagub pendamping Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ditetap diisi oleh satu orang

Fraksi PKS Tolak Wacana Posisi Wagub DKI Diisi Lebih dari Satu Orang
Tribunnews.com
Logo PKS 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta menolak mentah-mentah wacana posisi Wakil Gubernur yang akan diisi oleh lebih dari satu nama.

Anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Ahmad Yani mengatakan, pihaknya masih berpegang pada Undang-undang Nomor 34 Tahun 1999 tentang Daerah Khusus Ibu Kota Negara Republik Indonesia Jakarta.

Dimana dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa Jakarta dipimpin oleh satu orang Gubernur dan Wakil Gubernur.

"Enggak sesuai dengan aturan. Aturannya cuma dua calon Wagub, nah dari dua itu dilakukan pemilihan," ucapnya, Rabu (11/9/2019).

Pihaknya pun menginginkan agar posisi Wagub pendamping Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ditetap diisi oleh satu orang.

"Posisi Wagub ini penting, kalau dulu banyak, sekarang harus ada (satu) Wagubnya," ujarnya.

Wakil Wali Kota Bekasi Berang, PKL Pasar Baru Bekasi Tak Patuhi Perjanjian

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI non defenitif Pantas Nainggolan sempat mengusulkan posisi Wagub DKI Jakarta diisi oleh lebih dari satu orang.

"Usulan itu muncul karena dalam kenyataannya sampai dengan Sutiyoso, Wagub DKI itu ada empat dan itu didukung oleh otonomi DKI yang ada di tingkat provinsi," ucapnya, Selasa (10/10/2019).

Meski demikian, ia menyebut usulan ini masih bersifat wacana yang digulirkan oleh beberapa orang anggota dewan.

"Namanya usulan kan ini belum resmi. Ini masih suara-suara yang berkembang di anggota yang memang sifatnya belum usulan resmi dari DPRD," ujarnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved