Perluasan Ganjil Genap Disebut Tingkatkan Laju Kecepatan Kendaraan di Jakarta

Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur optimis perluasan ganjil genap ampuh mengurangi kemacetan.

Perluasan Ganjil Genap Disebut Tingkatkan Laju Kecepatan Kendaraan di Jakarta
TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Kemacetan di Jalan Iskandarsyah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, imbas demonstrasi di depan kantor GoJek, Senin (5/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur optimis perluasan ganjil genap yang diberlakukan Pemprov DKI Jakarta sejak Senin (9/9/2019) ampuh mengurangi kemacetan.

Kasie Lalu Lintas Sudinhub Jakarta Timur Andreas Eman mengatakan perluasan ganjil genap diyakini efektif karena sudah efeknya sudah terlihat sejak masa uji coba.

"Ketika uji coba perluasan ganjil genap ada kenaikan kecepatan rata-rata sekitar 18 persen. Untuk data dari tanggal 9 setelah pemberlakuan nanti," kata Eman saat dikonfirmasi di Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (11/9/2019).

Live Streaming Liga 1 Persipura Vs Persija: Line Up Pemain Kedua Tim, Persija Tanpa Ismed

Selain peningkatan rata-rata kecepatan, perluasan ganjil genap disebut membuat jumlah pengguna transportasi umum di Jakarta Timur meningkat.

Eman menuturkan banyak warga yang beralih menggunakan Transjakarta sehingga ruas jalan di Jakarta Timur kini lebih lenggang.

"Sekarang sudah ada penindakan, jadi waktu tempuh meningkat. Penumpang Transjakarta kelihatannya meningkat, penuh terus," ujarnya.

Kekayaan Calon Pimpinan KPK Ini Berubah dari Rp 700 Juta Jadi Rp 70 Juta: Saya Bantu Petani

Sudinhub Jakarta Timur mencatat rata-rata kecepatan pengemudi selama bulan Agustus atau pada saat masa uji coba di Jalan Pramuka yakni 31.42 kilometer per jam.

Di Jalan DI Panjaitan yakni 29.23 kilometer per jam, sedangkan di Jalan Ahmad Yani yakni 48.06 kilometer per jam.

Kasudinhub Jakarta Timur Mohamad Soleh mengatakan terdapat kenaikan jumlah penggunaan transportasi umum sebanyak 5 hingga 10 persen.

"Peningkatan penggunaan transportasi umum sekitar 5%-10%. Sedangkan kemacetan berkurang antara 20% sampai 40%," tutur Soleh. (*)

Penulis: Bima Putra
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved