Petugas Dishub Gadungan Sudah Edarkan 500 Buku KIR Palsu untuk Truk Angkutan Barang

Reynold menjelaskan, ratusan buku KIR palsu yang para pelaku edarkan tidak terdaftar di Dinas Perhubungan DKI Jakarta

Petugas Dishub Gadungan Sudah Edarkan 500 Buku KIR Palsu untuk Truk Angkutan Barang
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Barang bukti buku KIR palsu yang diamankan Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (11/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Sedikitnya 500 buku KIR palsu sudah diedarkan untuk truk angkutan barang yang beroperasi saat ini.

Hal itu terungkap setelah Polres Pelabuhan Tanjung Priok meringkus sindikat pemalsu Buku KIR yang telah beroperasi sekitar setahun.

"Dari pengakuan tersangka sudah 500 truk yang beroperasi dengan buku KIR palsu ini," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Reynold Hutagalung, Rabu (11/9/2019).

Reynold menuturkan, ratusan Buku KIR palsu itu diedarkan kepada pemilik atau sopir truk angkutan yang tidak mengikuti uji kelayakan kendaraan secara resmi.

Reynold menjelaskan, ratusan Buku KIR palsu yang para pelaku edarkan tidak terdaftar di Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Konsumen buku KIR palsu ini tertarik membeli meskipun tarif yang dibanderol Rp 300 ribu, atau lebih mahal daripada buku KIR resmi yang hanya Rp 92 ribu.

Dijelaskan Reynold, hal itu karena untuk mendapatkan buku KIR ini sangat mudah tanpa memakan waktu.

"Kenapa mahal, karena ini tidak perlu pengecekan. Ini kendaraannya tidak perlu dibawa seperti saat uji kelayakan resmi," jelasnya.

Petugas Satpol PP Tangerang Selatan Menyegel Hotel yang Diduga Menyalahi Izin

Pengakuan Korban & Pelaku Penusukan Siswi SMK di Bandung: R Buat Perjanjian Ini, Singgung Nama Baik

Kepala Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor (UP-PKB) Cilincing, Bernad Oktavianus menyatakan, dalam sehari, pihaknya bisa menerbitkan 200 buku KIR resmi.

Meski begitu, terkait masih adanya konsumen buku KIR palsu disinyalir lantaran mereka enggan menunggu proses uji kelayakan.

Padahal, proses uji kelayakan disebutkan Bernad memakan waktu tak lebih dari satu jam.

"Ya itu, mungkin mereka mau pergi ke luar kota, buru-buru, pakai aja itu (KIR palsu) dulu," jelas Bernad.

Adapun proses uji kelayakan meliputi pemeriksaan fisik kendaraan, pemeriksaan dimensi dan beban, ketebalan asap kendaraan, lampu, mesin, dan bagian bawah kendaraan.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved