Polisi Buru Otak Pabrik Rumahan Ribuan Handphone Rekondisi di Alam Sutera

"Diketahui ada tiga pemilik industri rumahan itu. Ketiganya merupakan warga negara Indonesia. Masih kami kejar dan masih dikembangkan," ujar Dicky.

Polisi Buru Otak Pabrik Rumahan Ribuan Handphone Rekondisi di Alam Sutera
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Penggerebekan industri rumahan handphone rekondisi di Ruko De Mansion Alam Sutera, Pinang, Kota Tangerang oleh Polres Metro Tangerang Kota, Jumat (6/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota masih memburu pelaku lain pabrik handphone rekondisi Ruko De Mansion Alam Sutera, Kota Tangerang.

Kasatreskrim Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Dicky Ario mengatakan kalau pelaku yang sedang diburu tak lain dan tak bukan adalah otak dan pemilik industri rumahan itu.

"Diketahui ada tiga pemilik industri rumahan itu. Ketiganya merupakan warga negara Indonesia. Masih kami kejar dan masih dikembangkan," ujar Dicky saat dikonfirmasi, Rabu (11/9/2019).

Pada pekan lalu, jajarannya berhasil meringkus empat Warga Negara Asing (WNA) Cina dan 10 WNI.

Empat WNA diketahui bertugas untuk mengawasi perakitan ribuan handphone rekondisi dan penjualan.

Sementara 10 WNI bertugas sebagai karyawan biasa pabrik rumahan yang memiliki omzet penjualan handphone rekondisi atau rakitan sampai Rp 300 miliar pertahun.

"Sebanyak 14 orang sudah kita tangkap semua. Empat WNA itu berperan sebagai pengawas dan 10 WNI sebagai pekerjanya," jelas Dicky.

Bahkan, rumah industri tersebut sudah beroperasi sejak 2016 dan sudah meruap keuntungan sekira Rp 1,2 triliun.

Dicky menjelaskan, untuk satu unit Handphone rekondisi yang dijual mereka mengambil untuk Rp 500 sampai Rp 1 juta tergantung merek.

Halaman
1234
Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved