Temui Kejanggalan, PDIP Minta Lelang Tender Proyek Stadion BMW Diulang

Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta meminta lelang ulang tender pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) atau Stadion BMW.

Temui Kejanggalan, PDIP Minta Lelang Tender Proyek Stadion BMW Diulang
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono saat ditemui di kantornya, Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta meminta lelang ulang tender pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) atau Stadion Jakarta Bersih, Manusiawi, dan Berwibawa (BMW).

Hal ini disampaikan oleh anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono saat ditemui di kantornya, Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

"Fraksi PDIP minta untuk dilakukan tender ulang, tapi jangan justru ini menghambat pekerjaan. Tetap percepatan kita butuhkan, tapi enggak boleh menabrak aturan," ucapnya, Rabu (11/9/2019).

Gembong menilai, terjadi banyak kejanggalan dalam proses tender yang dimenangkan oleh konsorsium atau kerjasama operasional (KSO) Wika Gedung-Jaya Konstruksi-PT PP ini.

Pasalnya, nilai penawaran yang diajukan oleh KSO Wika Gedung-Jaya Konstruksi-PT PP ini jauh lebih mahal dibandingkan rivalnya, yaitu KSO Adhi Karya-Hutama Karya-Nindya Jaya-PT Indah Karya.

Dimana KSO Wika Gedung-Jaya Konstruksi-PT PP mengajukan nilai penawaran hingga Rp 4.085.552.000.000, sedangkan KSO Adhi Karya-Hutama Karya-Nindya Jaya-PT Indah Karya mengajukan penawaran sebesar Rp 3.782.969.000.000.

"Kalau saya lihat ada gap harga begitu jauh. Walaupun gap itu dijelaskan soal teknis, tapi teknis masa sampai ratusan miliar. Rasanya enggak masuk akal," ujarnya.

Pembunuh Pemilik Cafe Penjara Gresik Mengaku: Modus Kucing, Incar Perhiasan, Kemudin Lucuti Pakaian

Operasi Aliran Listrik, Puluhan Rumah di Kalideres Terindikasi Rawan Kebakaran

Ia pun menduga proses pengerjaan pembanguan stadion tersebut sudah dilakukan terlebih dahulu oleh PT Wika Gedung sebelum proses lelang tender dilakukan.

"Setelah kami telusuri, sepertinya mereka (KSO Wika Gedung-Jaya Konstruksi-PT PP) sudah bekerja duluan. Artinya sudah yakin bahwa dia pemenangnya," kata Gembong.

Untuk itulah, Gembong meminta PT Jakpro selaku pelaksana proyek untuk membatalkan lelang sebelumnya dan mengulang proses tender.

"Kami minta ini diselesaikan. Kalau memang gap soal teknis ini sangat subyektif, tapi subyektifitas kita dihargai Rp 300 miliar kan terlalu jauh" ucapnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved