Warga Gunakan 5 Galon Air untuk Mandikan Jenazah Watini Akibat Kemarau Panjang

Watini (61) mengembuskan napas terakhir pada Senin (9/9/2019) menjelang petang. Warga malah bingung karena tak ada air untuk memandikan jenazahnya.

Warga Gunakan 5 Galon Air untuk Mandikan Jenazah Watini Akibat Kemarau Panjang
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
ILUSTRASI Tanah di dasar kolam pemancingan yang berada di Rawabadak Utara, Koja, Jakarta Utara, retak-retak, Jumat (2/8/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM, CISARUA - Watini (61) mengembuskan napas terakhir pada Senin (9/9/2019) menjelang petang.

Keluarga dan tetangga gelisah di rumah duka, karena tak ada cukup air untuk memandikan jenazah Watini.

Berbulan-bulan berlalu hujan tak kunjung datang.

Warga Kampung Sindangsari, Desa Pasirhalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, kesulitan air.

Untuk keperluan sehari-hari, warga mengandalkan pasokan air bersih dari PDAM.

Sudah hampir sepekan, pasokan air dari PDAM terlambat.

Ketika ada yang meninggal, warga pun kebingunan untuk memandikan jenazahnya.

Sumber air terdekat hanya di kampung tetangga.

"Jaraknya sekitar setengah kiloan dari sini," ujar Asep Suhendar kepada Tribun Jabar, Selasa (10/9/2019).

Asep bertetangga dengan almarhum di di Kampung Sindangsari.

Halaman
1234
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved