Warga Korban Gusuran Pekayon-Jakasetia Sebut Pemkot Bekasi Tak Punya Hak Lahannya

Warga korban gusuran Pekayon-Jakasetia kembali menggelar aksi di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bekasi.

Warga Korban Gusuran Pekayon-Jakasetia Sebut Pemkot Bekasi Tak Punya Hak Lahannya
TRIBUN JAKARTA/YUSUF BACHTIAR
Aksi warga korban gusuran Pekayon-Jakasetia di Kantor BPN Kota Bekasi, Rabu (11/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Warga korban gusuran Pekayon-Jakasetia kembali menggelar aksi di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bekasi di Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Bekasi Timur, Rabu (11/9/2019).

Aksi ini merupakan aksi lanjutan, dari sekian banyak perjuangan warga korban gusuran yang dilakukan sejak 2016 silam, di Jalan Irigasi RT02/17, Kampung Poncol, Bulak, Jakasetia dan di Jalan Irigiasi, RT03/02, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Pantauan TribunJakarta.com, aksi massa yang tergabung dalam Forum Korban Penggusuran Bekasi (FKPB) Pekayon-Jakasetia berkumpul di depan pintu masuk Kantor BPN Bekasi.

Mereka juga menggelar orasi dan membentangkan spanduk tuntutan.

SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Timnas U19 Indonesia Vs Iran Jelang Kualifikasi Piala Asia

SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming PSM Makassar Vs PSIS Semarang, Sama-sama Butuh Poin

Khairin Sangaji, kordinator aksi mengatakan, aksi kali ini bertujuan untuk menuntut kejelasan surat pemblokiran yang diajukan warga kepada BPN Kota Bekasi terhadap laham bekas tempat tinggal warga.

"Pada aksi sebelumnya BPN Kota Bekasi telah memberikan keterangan ke kami bahwa lahan itu bukan milik siapapun, makanya kita minta agar dikeluarkan surat pemblokiran agar Pemkot Bekasi yang menggusur warga tidak punya hak atas lahan itu," kata Khairin di Kantor BPN Kota Bekasi.

Khairin menambahkan, surat pemblokiran itu penting untuk warga korban gusuran. Sebab, warga sejatinya punya hak atas lahan bebas itu jika merujuk pada pemahaman penggunaan hak fisik lahan.

"Pemkot Bekasi harus bertanggung jawab atas tindakan semena-mena, warga sejak 2016 selama tiga tahun terus berjuang dan melawan penindasan," tegas dia.

Aparat kepolisian juga nampak berjaga di depan Kantor BPN, aksi ini dikawal ketat aparat dibantu Pol PP. Adapun situasi di Kantor BPN masih nampak beroperasi melakukan pelayanan. (*)

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved