Cintanya Ditolak & Pisau Bertindak, Penusuk Siswi SMK Terancam Diatas 5 Tahun Penjara

ZPD mengaku, Ravindra Giantama kerap mengajaknya bertemu. Namun, ia sendiri tak pernah membuat perjanjian untuk bertemu.

Cintanya Ditolak & Pisau Bertindak, Penusuk Siswi SMK Terancam Diatas 5 Tahun Penjara
(Tribun Jabar/Haryanto)
Ravindra Giantama pelaku penusukan siswi SMK di Bandung. (Tribun Jabar/Haryanto) 

TRIBUNJAKARTA.COM - Terungkap awal mula siswi SMK yang ditusuk di Bandung.

Ia ditusuk pria yang cinta mati padanya. Gadis itu berinisial ZPD, usianya masih 16 tahun.

Ia merupakan siswi SMKN 1 Bandung.

Sejak duduk di bangku SMP, ternyata ZPD sudah aktif menggunakan media sosial.

Rupanya, pesonanya pun menarik perhatian Ravindra Giantama.

Saat ZPD duduk di bangku kelas 9, ia tiba-tiba menerima DM Instagram dari Ravindra Giantama.

Dari situlah awal mula perkenalan mereka di dunia maya.

ZPD mengaku, Ravindra Giantama kerap mengajaknya bertemu.

Namun, ia sendiri tak pernah membuat perjanjian untuk bertemu.

"Dia nge-DM di IG, tidak pernah berjanji bertemu, tapi dia selalu memaksa untuk bertemu dan memantau saya di IG," katanya kepada wartawan Tribunjabar.id.

Namun, si pria tak berhenti untuk SKSD pada si gadis.

Selain kerap mengirimkan chat via Instagram, si pria ini bahkan kerap muncul secara tiba-tiba.

ZPD mengaku, ada dua lokasi yang mana Ravindra Giantama menemuinya.

Mulai dari di Braga hingga di UPI.

Ia mengaku, bahkan sempat dipaksa berfoto meskipun tak mau.

Rupanya tingkah si pria itu pun menganggu siswi SMK itu.

Akhirnya siswi SMK yang ditusuk di Bandung itu memblok akun Instagram si pria untuk menghindar.

Kemudian, ia pun kerap ganti nama akun Instagram.

Selain itu, ZPD pun mengaktifkan fitur private untuk menjaga privasi akunnya.

"Selain memblok, mengganti nama IG, saya juga mem "private" akun IG saya," ujarnya.

Namun, upaya itu rupanya tak mempan.

Si pria malah terus menguntit si gadis yang disukainya itu.

Ujungnya, ia malah melakukan tindak kejahatan.

Si Gadis Ditusuk karena Cinta Ditolak

Kapolsek Sumur Bandung, Kompol Ari Purwanto mengatakan, tindak pidana penganiayaan berat itu terjadi di dekat SMKN 1 Bandung.
Kejadian tersebut terjadi pada Selasa (10/9/2019) pukul 07.30 WIB.

"Motifnya karena pelaku mengejar terus cinta korban sejak lama, tapi ternyata cintanya ditolak sehingga terjadi seperti itu (penusukan, Red)," kata Ari saat ditemui di Mapolsek Sumur Bandung, Jalan Kebon Sirih, Bandung, Selasa.

Kronologi penusukan itu kemudian dituturkan Ari.

Pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, ZPD berada di luar sekolahnya bersama temannya.

Saat itu, ia sedang memfotokopi tugas Bahasa Inggris di dekat sekolahnya.

Setelah selesai memfotokopi, sekitar pukul 07.30 WIB, korban tiba-tiba didekati pelaku.

Lalu korban secara tiba-tiba didekap atau dipeluk dari samping oleh pelaku.

Di sini lah Ravindra kemudian menusukkan sebilah pisau yang disembunyikannya di saku sweater putih yang sedang dikenakannya.

"Pelaku langsung mendekati korban dan menusukkan pisau dapur ke arah rusuk kanan korban. Setelah itu pelaku melarikan diri," kata Ari

Ravindra diamankan tak lama setelah kejadian.

Ia diamankan di sekitaran Masjid Al-Ukhuwah, tak jauh dari tempat kejadian perkara.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan dua buah bisa.

Salah satunya, pisau tersebut adalah pisau cukur.

Baju korban yang terdapat bercak darah juga diamankan.

Ari mengatakan, Ravindra diancam pasal 351 KUHP Jo pasal 80 no.17 UU Tahun 2016 dengan hukuman kurungan penjara di atas lima tahun.

"Terkena pasal perlindungan anak, karena korban masih dibawah umur ya," ujarnya. (TRIBUNJABAR)

Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved