Guru Terkena Pneumonia Sempat Membaik Setelah 1 Bulan Tak Hirup Asap Pembakaran Arang dan Timah

Aktivitas industri rumahan pembakaran arang dan peleburan timah di Jalan Cakung Drain, disinyalir membuat SA (48) terjangkit penyakit pneumonia.

Guru Terkena Pneumonia Sempat Membaik Setelah 1 Bulan Tak Hirup Asap Pembakaran Arang  dan Timah
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Lapak pembakaran arang dan peleburan timah di Jalan Inspeksi Cakung Drain, Kelurahan Cilincing, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (12/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Aktivitas industri rumahan pembakaran arang dan peleburan timah di Jalan Cakung Drain, Kelurahan Cilincing, Cilincing, Jakarta Utara, disinyalir membuat SA (48), guru SDN Cilincing 07 terjangkit penyakit pneumonia atau infeksi paru-paru.

Hal tersebut karena sehari-harinya sejak 2006 lalu, SA mengajar di sekolah yang hanya berjarak sekitar 150 meter dari belasan tersebut.

DR (37), istri SA, mengatakan bahwa kondisi suaminya sempat membaik setelah divonis mengidap pneumonia akut sejak Maret lalu.

Kondisi SA membaik saat ia mendapatkan jatah libur dan tidak berangkat ke sekolah selama hampir sebulan.

"Kebetulan bulan Maret itu libur Ramadan terus menjelang idul Fitri jadi dia nggak kerja. Karena libur dari situ kan menunjukkan perbaikan tuh, begitu tidak ngajar karena tidak melewati asap juga istirahat juga di rumah," kata DR, Kamis (12/9/2019).

Selama liburan itu, lanjut Dewi, kondisi Saep membaik.

Namun, kondisi penyakit suaminya kembali kambuh ketika tahun ajaran baru, sejak Agustus lalu.

"Awal tahun ajaran baru ini, mulai deh, Agustus drop lagi. Masuk lagi dirawat di sini 14 hari. dari tanggal 1-14 Agustus," imbuh Dewi.

Kepala Sekolah SDN Cilincing 07, Juhaedin menuturkan, SA sudah mengajar di sekolah tersebut sejak 2006 lalu.

Menurutnya, SA beberapa kali bercerita bahwa dirinya merasakan sakit pada paru-parunya.

Jalan Rasuna Said Kerap Terjadi Kecelakaan Kendaraan Tabrak Pembatas Jalan

Gaet Arsitek Lokal, Kemenhub Gelar Sayembara Desain 3 Bandara Baru

Kepada Juhaedin pun, SA mengaku bahwa sakit yang dideritanya itu diduga kuat karena asap dan debu dari pembakaran arang dan peleburan timah.

"Beliau sendiri pernah cerita ke kita kalau penyakitnya itu akibat dari sering menghirup hasil pembakaran arang batok dan peleburan timah," ucap Juhaedin.

Kondisi SA makin parah setelah libur lebaran, hingga akhirnya SA kembali dirawat. Selain pneumonia, SA juga mengidap diabetes dan sakit jantung.

"Pak SA sudah hampir setahun sakit itu bolak-balik rumah sakit. Ya parahnya sekitar 4 bulan ini setelah lebaran lah parahnya beliau itu," ucap Juhaendi.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved