Kabupaten Tangerang Berpotensi Menyandang Status Awas Kekeringan

Belum turunnya hujan selama 3 bulan terakhir sudah membuat beberapa wilayah Kabupaten Tangerang didera kekeringan hingga kesulitan air bersih

Kabupaten Tangerang Berpotensi Menyandang Status Awas Kekeringan
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Persawahan di Kemiri, Kabupaten Tangerang yang sudah mengering karena kemarau berkepanjangan, Selasa (3/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Musim kemarau yang tak ujung sirna masih menjadi persoalan di sebagian Kabupaten Tangerang.

Belum turunnya hujan selama 3 bulan terakhir sudah membuat beberapa wilayah Kabupaten Tangerang didera kekeringan hingga kesulitan air bersih.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, Pemerintahan Kabupaten Tangerang akan menaikan status menjadi awas kekeringan pekan depan.

Lantaran, hingga kini Pemerintahan Kabupaten Tangerang masih menetapkan status siaga untuk beberapa wilayahnya yang didera kekeringan.

"Terakhir dirapat Forkominda, BMKG sudah menggambarkan proyeksinya, makanya ini kita tunggu satu minggu lagi. Kita lihat, kalau memang juga tidak ada perubahan ya terpaksa statusnya akan kita tingkatkan (awas kekeringan)," kata Zaki di Green Office Park BSD City, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu (11/9/2019).

Ia menerangkan, langkah penanggulangan sementara untuk meredam kekeringan, Pemkab Tangerang memberdayakan bantuan dari PDAM untuk distribusi air bersih.

Pemkab Tangerang diklaim sudah memberika 43 unit pompa air di 18 kecamatan dan tiga sumur pantek untuk daerah yang menderita kekeringan.

Kenangan Mahfud MD Tentang Sosok BJ Habibie, Berotak Jerman, Berhati Mekkah

"Kalau saat ini PDAM untuk air bersih dibagikan ke masyarakat, kalau untuk perairan segala macam kita berikan pompa ke daerah-daerah yang masih memungkinkan bisa menyedot air dari tanah atau dari air sungai besar," jelas Zaki.

Tangerang bagian Utara dikatakan Zaki merupakan kawasan yang paling parah terdampak kekeringan akibat kemarau panjang.

Dari data yang didapatkan, 26 kecamatan dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang didera kekeringan.

26 kecamatan tersebut adalah Cisoka, Solear, Tigaraksa, Jambe, Cikupa, Panongan, Curug, Legok, Pagedangan, Cisauk, Pasar Kemis, Sindang jaya, Balaraja, Jayanti, Sukamulya, Kresek, Gunung Kaler, Kronjo, Mekar baru, Mauk, Kemiri, Rajeg, Sepatan, Pakuhaji, Teluknaga dan Kosambi.

"Terparah (kekeringan) kebanyakan itu di wilayah Utara Tangerang, semuanya kekeringan. Hasil dari proyeksi BMKG memang daerah utara terpapar paling parah," pungkas Zaki.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved