BJ Habibie Meninggal

Usai Pemakaman, Ratusan Warga Berkerumun di Makam BJ Habibie

Beberapa dari mereka juga berusaha mengabadikan keberadaanya di makam BJ Habibie melalui ponselnya.

Usai Pemakaman, Ratusan Warga Berkerumun di Makam BJ Habibie
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Warga berkerumun demi bisa melihat makam BJ Habibie. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN - Setelah prosesi pemakaman, ratusan warga yang tadi tertahan di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, saat ini berbondong-bondong mendatangi makam Presiden ke-3 RI, Bacharuddin Jusuf Habibie.

Pantauan wartawan TribunJakarta.com, ratusan warga terus membanjiri makam BJ Habibie yang ada di Blok M kavling 120 TMP Kalibata.

Mereka berusaha mendekati makam yang memang masih dikerumuni banyak orang untuk sekedar mendoakan mendiang Bapak Teknologi Indonesia ini.

Beberapa dari mereka juga berusaha mengabadikan keberadaanya di makam BJ Habibie melalui ponselnya.

KPAI dan PB Djarum Akhirnya Sepakati 4 Hal, Akankah Audisi Bulu Tangkis Djarum Digelar Lagi?

Lantaran penuhnya warga yang berkerumun di makam BJ Habibie, banyak warga yang tak dapat melihat langsung pusara tanah BJ Habibie lantaran tertutup kerumunan.

Petugas pun terlihat berusaha mengimbau warga agar mau saling bergantian berada di makam BJ Habibie.

"Yang sudah doa ayo gantian, karena ini masih banyak yang lain. Jangan pada dorong-dorongan karena ini banyak makam, jangan sampai ada yang nginjak makam," kata petugas mengingatkan kepada warga.

Rodiah (55) mengatakan, ia sudah sejak Pukul 12.00 WIB tadi berada di pintu depan TMP Kalibata demi bisa menyaksikan pemakaman BJ Habibie.

"Sudah dari siang di depan, tapi enggak boleh masuk pas pemakaman. Makanya pas sudah dibolehin saya langsung kesini," ujarnya.

Rodiah mengaku begitu mengidolakan BJ Habibie. Hal itulah yang membuatnya rela berangkat dari rumahnya di Kemayoran, Jakarta Pusat untuk sekedar melihat langsung makam presiden ke-3 RI ini.

"Karena saya kagum sama Bapak Habibie. Dia orang pintar dan juga sayang sama keluarga, apalagi sama ibu Ainun," ujarnya.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved