Balita Tewas Setelah Konsumsi Makanan Tambahan di Koja, Dinas Pendidikan DKI Lakukan Penyelidikan

Dinas Pendidikan DKI Jakarta bakal melakukan penyelidikan di SDN 19 Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Balita Tewas Setelah Konsumsi Makanan Tambahan di Koja, Dinas Pendidikan DKI Lakukan Penyelidikan
TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Kadisdik DKI Jakarta Ratiyono, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Dinas Pendidikan DKI Jakarta bakal melakukan penyelidikan di SDN 19 Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Penyelidikan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas meninggalnya balita berusia 3 tahun usai mengkonsumsi nasi goreng Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS).

"Kalau ada laporan pasti langsung diselidiki. Saya cek dulu biar enggak meluas," ucap Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ratiyono, Jumat (13/9/2019).

Dijelaskan Ratiyono, penyelidikan akan dilakukan dengan mengecek pola memasak makanan tambahan yang dilakukan oleh komite sekolah.

"Nanti kita lihat dimana titik kesalahannya, apakah faktor-faktor lain. Kita lihat nanti," ujarnya.

Pasalnya, proses memasak makanan tambahan di setiap sekolah sepenuhnya diserahkan kepada komite sekolah.

"Komite masaknya harus steril, harus higienis karena akan dimakan oleh siswa yang salah satu muridnya adalah anaknya komite juga," kata Ratiyono.

Meski baru akan melalukan penyelidikan, namun ia menduga, peristiwa ini disebabkan oleh nasi goreng yang disantap oleh bocah itu telah basi.

"Kita cek itu masakan sampai jam berapa, terus dibawa pulang dan makannya jam berapa. Kalau misalnya sudah terlalu jauh, terlalu lama berarti basi dan menjado beracun," kata Ratiyono.

Halaman
1234
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved