BJ Habibie Meninggal

Cerita Anies Baswedan Dipanggil BJ Habibie, Diingatkan untuk Hati-hati Soal Pulau Reklamasi

"Beliau itu kalau ada sesuatu, panggil. Misalnya, kemarin waktu ramai reklamasi, saya dipanggil oleh Pak Habibie," katanya.

Cerita Anies Baswedan Dipanggil BJ Habibie, Diingatkan untuk Hati-hati Soal Pulau Reklamasi
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, menyebut sosok Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie selalu memikirkan masa depan bangsa Indonesia, saat setelah melayat almarhum BJ Habibie, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019). 

"Anies yang dihadapi itu besar loh, Nies. Kamu hati-hati, ini raksasa loh. Kamu hati-hati', Jadi beliau mengatakan itu sebagai ayah. 'Saya ini ayahmu. Kamu anak ayah, hati-hati'," kata Anies menirukan ucapan Habibie kala itu.

"Jadi beliau mengkhawatirkan sekali nanti terjadi sesuatu. Saya dipanggil khusus," lanjutnya.

Yang ingin ditekankan Anies dari ceritanya, bahwa almarhum sesungguhnya peduli terhadap banyak hal.

Tapi, cara ia menaruh kepeduliannya tidak dimunculkan ke publik.

Cukup antar pribadi dengan pribadi.

Rasa peduli, tanpa perlu menunjukkannya dihadapan kamera-kamera pewarta.

"Jadi poin saya adalah beliau itu peduli, beliau itu tidak diam, tapi tidak muncul di publik. Tidak ada pernyataan," ucap Anies.

Namun kini, Presiden RI ke-3 itu telah tiada. BJ Habibie wafat di Jakarta pada pukul 18.05 WIB, Rabu (11/9/2019).

Ia meninggal di usia 83 tahun.

Jasadnya dikebumikan di blok M blad 120 dan 121, tepat di sebelah pusara sang istri, Hasri Ainun Besari, di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Kamis (12/9) siang.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved