Dugaan Suap Pengadaan Pesawat, Garuda Indonesia Gandeng KPK Sosialisasi Gratifikasi

Kasus dugaan suap pengadaan pesawat terbang dan mesin pesawat terbang oleh Garuda Indonesia membuat maskapai pelat merah itu bebenah diri.

Dugaan Suap Pengadaan Pesawat, Garuda Indonesia Gandeng KPK Sosialisasi Gratifikasi
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara (kiri) bersama Direksi Gratifikasi KPK, Syarief Hidayat (kanan) dalam forum Profesional Berintegritas (PROFIT) dan Sosialisasi Program Pengendalian Gratifikasi, Jumat (13/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Kasus dugaan suap pengadaan pesawat terbang dan mesin pesawat terbang oleh Garuda Indonesia beberapa waktu lalu membuat maskapai pelat merah itu bebenah diri.

Agar kasus dugaan tersebut tidak terulang lagi, Garuda Indonesia menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu diwujudkan dengan menyelenggarakan forum Profesional Berintegritas (PROFIT) dan Sosialisasi Program Pengendalian Gratifikasi yang dilaksanakan pada Jumat (13/9/2019)

Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengungkapkan, agenda tersebut dilakukan agar Garuda Indonesia berkomitmen untuk memperkuat pencegahan korupsi.

Juga sistem manajemen anti suap serta gratifikasi melalui sinergi bersama dengan KPK.

"Sosialisasi bagaimana kita memberi pemahaman kepada teman-teman di Garuda apa itu gratifikasi, pemerasan dan suap," ujar Ari.

Bima Sakti Bawa 23 Pemain ke Kualifikasi Piala Asia U16, Persija Jakarta Sumbang 1 Pemain

Anak Elvy Sukaesih Mengamuk, Dua Senjata Ini Digunakan untuk Serang Pemilik Warung

Ia mengatakan, pelaksanaan forum tersebut turut sejalan dengan upaya Garuda Indonesia dalam menerapkan kebijakan strategis serta bisnis proses perusahaan.

"Dengan manajemen sekarang kita ingin memperbarui citra karena sebelumnya ya kita semua tahu ada masalah. Kita akan mengedepankan integritas dan kejujuran, dengan begitu tentu pemberantasan budaya korupsi akan berjalan dengan maksimal," paparnya.

Direksi Gratifikasi KPK, Syarief Hidayat mengatakan, Indonesia merupakan tingkat teratas persoalan korupsi.

Hal itu didasari dengan adanya ketidaktahuan para pejabat tentang tindakan apa saja yang masuk dalam kategori korupsi.

"Masih banyak yang belum paham soal tindakan apa saja yang masuk dalam kategori korupsi. Salah satunya, soal gratifikasi pemberian hadiah. Makanya, dengan sosialisasi ini komita meminta agar para pejebata khususnya yang ada di Garuda Indonesia dapat dengan pintar dan jeli proses proses itu. Kalau bisa, jangan menerima hadiah," terang Syarief. (*)

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved