BJ Habibie Meninggal

Jasa BJ Habibie yang Tertinggal di Bangunan Era Kolonial Belanda

Peran penting itu berasal dari sosok Presiden RI ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie yang baru kemarin, Kamis (12/9/2019) dimakamkan.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMAN SARI - Tersimpan sejarah penting asal muasal terbentuknya Bank Mandiri yang kini menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia.

Peran penting itu berasal dari sosok Presiden RI ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie yang Kamis (12/9/2019) lalu dimakamkan.

Mendiang BJ Habibie, berperan besar terhadap pembentukan Bank Mandiri.

Suasana Ruangan terakhir Bank Mandiri yang terpajang peran BJ Habibie pada Jumat (13/9/2019).
Suasana Ruangan terakhir Bank Mandiri yang terpajang peran BJ Habibie pada Jumat (13/9/2019). (TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas)

Meski hanya menjabat Presiden selama satu tahun lima bulan (21 Mei 1998 - 20 Oktober 1999), BJ Habibie mampu membentuk satu bank BUMN.

Bank itu menjadi ujung tombak dunia bisnis perbankan di wilayah Asia Tenggara yang ia beri nama Bank Mandiri.

Kini, jasa besar beliau tertuang dalam panel di salah satu ruangan Museum Bank Mandiri.

Bangunan era Kolonialisme Belanda yang selesai dirancang oleh J.J.J de Bruijn, A.P. Smiths dan C. van de Linde pada tahun 1933 ini menjelaskan peranan Habibie dalam membentuk bank tersebut.

Suasana Ruangan terakhir Bank Mandiri yang terpajang peran BJ Habibie pada Jumat (13/9/2019).
Suasana Ruangan terakhir Bank Mandiri yang terpajang peran BJ Habibie pada Jumat (13/9/2019). (TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas)

Untuk menuju ruangan itu, pengunjung akan melintasi rekam jejak perjalanan cikal bakal terbentuknya Bank Mandiri.

Dari masa kolonialisme, nasionalisasi oleh pemerintah RI hingga era saat ini.

Halaman
12
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved