Lapak Jasa Cat Duco di Kawasan Jalan Salemba Ditertibkan Pihak Satpol PP Jakarta Pusat

Kasatpol PP Kecamatan Senen, Sunaryo, menyebut jajaranya berhasil menyita sembilan banner bertuliskan (Cat Duco).

Lapak Jasa Cat Duco di Kawasan Jalan Salemba Ditertibkan Pihak Satpol PP Jakarta Pusat
ISTIMEWA
Suasana saat pihak petugas Satpol PP membawa banner bertuliskan 'cat duco mobil motor' di kawasan Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2019).

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat menertibkan lapak para penjual jasa cat Duco, di kawasan Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, pada Jumat (13/9/2019).

Kasatpol PP Kecamatan Senen, Sunaryo, menyebut jajaranya berhasil menyita sembilan banner bertuliskan (Cat Duco).

"Hari ini kami mengangkut sembilan banner yang bertuliskan jasa cat Duco. Ukuran banner 60 x 30 sentimeter," kata Sunaryo, di lokasi.

Seluruh banner, lanjutnya, akan dibawa jajaran Satpol PP ke kantor Kecamatan Senen. Pun nantinya akan dibawa ke gudang Satpol PP di Cakung, Jakarta Timur.

Dia melanjutkan, para penjaja cat duco tersebut kerap mengumpat alias kucing-kucingan saat melihat kedatangan petugas.

Sebab, sambungnya, lapak beberapa penjaja cat duco ini menggunakan bahu jalan dan dilarang oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta.

"Sebelumnya sudah kami imbau juga, tapi suka kucing-kucingan mereka kalau ada petugas," imbuhnya.

Layanan jasa cat duco dan ketok magic milik Yayat, di Jalan Kramat 4, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (4/5/2019).
Layanan jasa cat duco dan ketok magic milik Yayat, di Jalan Kramat 4, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (4/5/2019). (TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat)

Kata Sunaryo, pihaknya juga pernah mengamankan mesin kompresor milik para pengecat cat duco.

"Bukan hanya atribut sebenarnya, kita juga pernah menjaring kompresor milik para pengecat," jelasnya.

Sebenarnya, kata dia, ada dua lokasi yang diperbolehkan melakukan aktifitas mengecat. Seperti di Gedung CTC dan lahan PPD.

Nantinya, lanjut Sunaryo, jika ada penjaja cat duco yang masih membandel maka akan ditindak secara tegas.

"Jika atribut dan barang dalam mengecat mereka ada yang terjaring, mereka wajib menjalani sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring). Mereka baru dapat mengambil setelah menjalani sidang Tipiring," ujarnya.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved