Kesal Kunci Motornya Disembunyikan, Bodong Tega Aniaya Istri Hingga Babak Belur

Bodong pun kalap dan langsung mengikat istrinya diatas kasur menggunakan sprei hingga tak bisa bergerak

Kesal Kunci Motornya Disembunyikan, Bodong Tega Aniaya Istri Hingga Babak Belur
Tribunnews.com
Ilustrasi Penganiayaan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, BOJONGGEDE – Seorang wanita berinisial AN (47), harus menahan sakit dibagian wajahnya lantaran babak belur usai dianiaya oleh suaminya sendiri RH alias Bodong (36) pada Sabtu (7/9/2019) sekiraa pukul 10.30 WIB.

Kapolsek Bojonggede Kompol Supriyadi mengatakan, peristiwa penganiayaan tersebut bermula ketika suami korban hendak berangkat kerja dan mencari kunci motornya.

Namun, kunci motor tersebut tak kunjung ia temukan meski telah mencari keseluruh penjuru rumah, karena disembunyikan sang istri.

Mengetahui hal tersebut, Bodong pun kalap dan langsung mengikat istrinya diatas kasur menggunakan sprei hingga tak bisa bergerak.

“Korban diikat pakai sprei dan selendang di tempat tidur, dan dianiaya hingga babak belur,” ujar Supriyadi dikonfirmasi wartawan, Sabtu (14/9/2019).

Membabi buta menganiaya istrinya, pukulan Bodong terhenti setelah korban memberitahu dimana kunci motornya disembunyikan.

Lantas, ia pun mengambil kunci tersebut serta langsung meninggalkan rumah dan korban dalam kondisi babak belur.

Viral Undangan Pesta Seks Penyuka Sesama Jenis, Pemkot Tangerang Selatan Siap Bertindak

Umuh Muchtar Sudah 4 Kali Ajukan Mundur dari Manajer Persib: Simak Kisahnya di Maung Bandung

Mendapat perlakuan tak manusiawi dari suaminya, korban pun akhirnya memutuskan melaporkan peristiwa penganiayaan tersebut ke Mapolsek Bojonggede.

“Tahu istrinya melapor ke kami, dia (Bodong) kabur dan tidak pulang ke rumahnya selama dua hari. Tapi saat ini sudah berhasil kami amankan,” kata Supriyadi.

Terakhir, Supriyadi mengatakan Bodong terancam dikenakan Pasal 351 Ayat 2 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan berat, dengan ancaman penjara lima tahun lamanya.

“Pelaku kami jerat Pasal 351 Ayat 2, karena pelaku dan korban ini menikah siri tidak sah secara kenegaraan, jadi bukan kekerasan dalam rumah tangga,” pungkasnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved