Bagikan Gantungan Kunci dan Pin di Bundaran HI, Sejumlah Wanita Cantik Aksi Dukung Revisi UU KPK

Tujuan aksi ini, lanjutnya, terdapat tiga poin. Yakni ihwak penyadapan, Operasi Tangkap Tangan (OTT), dan pengawasan terkait pihak KPK.

Bagikan Gantungan Kunci dan Pin di Bundaran HI, Sejumlah Wanita Cantik Aksi Dukung Revisi UU KPK
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Massa aksi pendukung revisi Undang-Undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membagikan gantungan kunci kepada pengunjung Car Free Day (CFD), di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (15/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Massa aksi pendukung revisi Undang-Undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membagikan gantungan kunci kepada pengunjung Car Free Day (CFD), di kawasan Bundaran hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (15/9/2019).

"Kegiatan kami hari ini yaitu pembagian gantungan kunci sebagai simbolis untuk mendukung RUU KPK," kata Koordinator lapangan aksi, Ashogi Akbar, di lokasi.

Akbar, sapaannya, mengatakan pihaknya pun telah melakukan aksi yang serupa beberapa waktu lalu, di tempat yang berbeda.

"Kami sudah aksi di Istana Negara, DPR RI, dan sekarang lanjut di Car Free Day untuk bagi pin sebagai simbolis mendukung RUU KPK," pungkasnya.

Tujuan aksi ini, lanjutnya, terdapat tiga poin. Yakni ihwak penyadapan, Operasi Tangkap Tangan (OTT), dan pengawasan terkait pihak KPK.

Masyarakat Peduli KPK Unjuk Rasa di Depan Gedung KPK, Gelar Aksi Teatrikal Hingga Beri Kartu Merah

"Presiden saja ada pengawas, masa KPK tidak ada pengawas," imbuhnya.

Menyoal OTT yang dilakukan KPK, sambungnya, perlu dikaji kembali.

"Perlu dikaji kembali. Beberapa waktu lalu, pimpinan KPk yang lama itu seperti mati suri," ucapnya.

Dia berkata, hal tersebut dilakukan dengan maksud untuk menguntungkan KPK.

"Ini bukan melemahkan KPK. Tapi menguntungkan KPK," ucapnya.

Satu diantara massa aksi, Gazela, menyebut secara personal mendukung RUU KPK.

"Saya mendukung, sih, adanya revisi undang-undang KPK. Karena biar KPK itu enggak seenaknya," kata Gazela.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved