Kali Jalan Dermaga Baru Klender Tanpa Pembatas, Pengguna Jalan Hingga Bocah Kerap Nyebur

Menurutnya dampak ketiadaan pembatas jalan paling terasa saat musim hujan karena luapan air membuat kali tak terlihat.

Kali Jalan Dermaga Baru Klender Tanpa Pembatas, Pengguna Jalan Hingga Bocah Kerap Nyebur
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kondisi Jalan Dermaga Baru yang tak memiliki pembatas di Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (15/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Ketiadaan pembatas jalan di Jalan Dermaga Baru, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit selama belasan tahun meresahkan warga karena terus mencelakakan pengguna jalan.

Helmi (42), warga sekitar mengatakan ketiadaan pembatas jalan membuat sejumlah pengguna jalan dan anak-anak yang bermain di sekitar lokasi kerap tercebur ke kali sekitar 2,5 meter.

"Pernah ada kendaraan yang jatuh, tapi bukan orang sini. Mungkin enggak tahu kondisi jalan, jadi jatuh. Kalau anak-anak yang beberapa kali nyebur juga," kata Helmi di Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (15/9/2019).

Menurutnya dampak ketiadaan pembatas jalan paling terasa saat musim hujan karena luapan air membuat kali tak terlihat.

Beberapa tahun lalu, seorang bocah tewas setelah jatuh ke kali dan terseret arus saat sedang bermain di lokasi sekitar.

"Namanya bocah kan senang main air, minggir-minggir dia mungkin lupa kalau ada kali. Jadi keseret terus meninggal. Kejadiannya juga pas air meluap, jadi kalinya enggak terlihat," ujarnya.

Agus (55), warga lainnya menuturkan ketiadaan pembatas jalan membuat pengguna jalan yang melintas harus berhati-hati bila tak ingin tercebur.

Pasalnya lebar dua lajur di Jalan Dermaga Baru tak bisa menampung bila ada dua mobil yang melintas saat bersamaan.

"Kalau ada dua mobil ya satu harus 'mengalah', kalau enggak bisa nyebur. Di sini lumayan banyak kendaraan lewat, karena jadi akses ke sekolah," tutur Agus.

Agus menyebut warga sekitar kerap menganjukan pemasangan pembatas jalan secara resmi lewat musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang).

Namun usulan tersebut hanya bertahan jadi usulan seiring puluhan tahun berlalu dan pergantian Lurah Klender yang berkantor tak jauh dari lokasi.

"Di sini banyak sekolah, SDN 14, 15, 16, 20. Kadang ada anak sekolah nyebur pas lagi main, tapi tetap saja enggak pernah dipasang pembatas jalan. Capek ngusulinnya," kata Agus.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved