Kebijakan Ganjil Genap

Pengamat Nilai Perluasan Ganjil Genap Timbulkan Masalah Baru, Apa Alasannya?

Pengamat Transportasi Azas Tigor Nainggolan menyebut perluasan ganjil genap yang dilakukan pemprov DKI Jakarta bakal menimbulkan masalah baru.

TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Aksi bagi-bagi bunga mewarnai hari pertama perluasan ganjil genap di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (9/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Pengamat Transportasi Azas Tigor Nainggolan menyebut perluasan ganjil genap yang dilakukan pemerintah provinsi DKI Jakarta bakal menimbulkan masalah baru.

Misalnya, kata dia, dapat membuat jumlah pengendara bermotor meningkat.

"Ganjil genap, orang jadi lebih milih naik motor, orang beli mobil baru lagi," kata Tigor saat dikonfirmasi wartawan, pada Minggu (15/9/2019).

Menurutnya, sistem ganjil genap kendaraan lebih tepat diberlakukan dalam jangka pendek.

ERP Disebut Sebagai Solusi

Tigor, sapaannya, menyatakan konsep Electronic Road Pricing (ERP) atau jalan berbayar dinilai lebih efektif mengurangi kemacetan di DKI Jakarta.

Sebab, kata dia, konsep ERP bakal menindak siapa saja yang melanggar aturan. Baik itu kendaraan roda dua atau empat.

"Kalau ERP dikendalikan agar pengendara motor tidak sembarang masuk ke jalan itu. Lebih simpel, lebih praktis, dan lebih efektif," imbuh Tigor.

Dia menjelaskan, ERP dapat dipasang pada ruas jalan yang kerap macet kala jam-jam sibuk. Seperti pukul 06.00 sampai 10.00 WIB serta 16.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved