Persebaran Poster Digital Pesta Seks Gay di Serpong, MUI Tangsel Sebut Sebagi Fenomena Ini

Pihak kepolisian pun buru-buru mencap poster itu sebagai hoaks setelah menyelidikinya.

Persebaran Poster Digital Pesta Seks Gay di Serpong, MUI Tangsel Sebut Sebagi Fenomena Ini
Istimewa/tanggapan gambar akun Instagram @abouttng.
Poster ajakan pesta seks sesama jenis di Serpong, Tangerang Selatan.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Persebaran poster digital pesta seks sesama jenis laki-laki atau gay, sudah membuat keresahan bagi masyarakat Tangerang Selatan (Tangsel).

Pihak kepolisian pun buru-buru mencap poster itu sebagai hoaks setelah menyelidikinya.

Poster bergambar sejumlah pria yang memamerkan tubuhnya dengan embel-embel ajakan bergabung itu, muncul dan ramai di media sosial sejak Sabtu (15/9/2019) kemarin.

"It's not just sex party, but more than sex party. Come and join us PRIVATE PARTY barbaque man party," begitu tulisan di poster digitalnya.

Heboh Undangan Pesta Seks Penyuka Sesama Jenis di Serpong, Polisi Ungkap Faktanya

Dalam poster itu tertulis pesta akan berlangsung di Serpong pads 28 September 2019 tanpa menyebutkan jelas detil lokasinya.

Kontak ponsel dan akun Instagram yang tersedia sebagai narahubung pun tidak dapat dihubungi.

Sekjen MUI Tangsel, Abdul Rojak sangat mengecam pembuatan poster digital itu dan persebarannya yang menbuat resah.

Rojak menyebut acara tersebut haram secara hukum Islam.

Lebih jauh, Rojak melihat kemunculan poster digital itu sebagai sebuah fenomena.

Menurutnya, sejumlah masyarakat terpengaruh budaya yang mengusung jargon kebebasan yang kebablasan alias tanpa batasan.

"Fenomena paham atau aliran sesat akibat terpengaruh budaya modern yang mengusung kebebasan tanpa batas dan dalih HAM yang sekuler," jelas Rojak saat dihubungi TribunJakarta.com, Minggu (15/9/2019).

Rojak mengimbau agar masyarakat kembali ke agama demi mencari petunjuk dalam menjalani kehidupan.

"Kuatkan nilai-nilai agama serta pengamalan agama yang kuat, hanya dengan agama hidup akan bermartabat dan terhormat," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved