Manfaatkan Barang Sisa, PPSU Kelurahan Setu Berhasil Buat Barang Bernilai Ratusan Ribu

bermodalkan video dari youtube, Niko Didi, Ahmad Yunus, Abdul Somad, Rosyid dan Imam mulai mempelajari cara membuat satu set kursi dan meja.

Manfaatkan Barang Sisa, PPSU Kelurahan Setu Berhasil Buat Barang Bernilai Ratusan Ribu
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Satu set meja dan kursi yang dibuat pasukan oren Kelurahan Setu, Cipayung, Jakarta Timur dari hasil pemanfaatan barang bekas, Senin (16/9/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Setu, Cipayung, Jakarta Timur sulap barang bekas jadi barang yang miliki nilai jual ratusan ribu.

Berawal dari kepedulian terhadap banyaknya sisa ban bekas hingga kasur bekas di sekitar wilayah kelurahan, sejumlah pasukan oren ini melakukan inisiatif untuk membuat barang-barang tersebut menjadi benda yang bermanfaat.

Dengan bermodalkan video dari youtube, Niko Didi, Ahmad Yunus, Abdul Somad, Rosyid dan Imam mulai mempelajari cara membuat satu set kursi dan meja.

"Awalnya sih dari banyaknya ditemukan jentik di air yang menggenang dalam ban. Dari tukang tambal ban itu kita tampung aja. Kemudian kita buat pot biasa. Setelah selesai sisa ban masih banyak, akhirnya kita belajar dari youtube buat bikin satu set meja sama kursi ini," ujar Niko di Cipayunh, Senin (16/9/2019).

Karena baru belajar, ke-5 petugas PPSU ini membutuhkan waktu dua minggu lamanya untuk menyelesaikan satu buah buah meja dan dua buah kursi.

Waktu yang lama juga dibutuhkan akibat sebagian barang ini masih harus dicari, terutama untuk bagian papan. Para petugas PPSU harus mencari dari sisa papan di gudang partisi.

"Ibaratnya pas awal kan barang-barangnya masih nutur gitu. Jadi kita lama dikumpulin barangnya. Kalau ke sini ma sudah banyak malah numpuk. Kita cuma modal beli cat aja," sambungnya.

Memanfaatkan waktu diluar jam kerja, ke-5 PPSU ini dapat menghasilkan sejumlah varian meja dan kursi yang diberikan tambahan isi sofa maupun kasur yang berbeda. Pemberian busa sisa sofa dan kasur ini juga bertujuan agar kondisi kursi empuk ketika hendak diduduki.

Selanjutnya, hasilnya ini dilaporkan oleh Lurah Setu, Jenuri untuk diletakan di lantai 1 dan 2.

"Hasilnya banyak kan. Sekitar 5 set itu, yang 2 kita taruh di kelurahan. Nah yang 3 akhirnya dipasarin sama Pak Lurah. Jadi hasil dari kita justru bisa bermanfaat buat orang banyak," kata dia.

Untuk satu setnya akan dijual mulai harga Rp 300 ribu. Kemudian hasilnya akan digunakan untuk pembuatan berikutnya.

Para warga juga bisa memesan sesuai dengan keinginan mereka sendiri. Namun, karena dikerjakan diluar jam kerja, para warga diminta untuk bersabar untuk proses pengerjaannya.

"Karena kita dahulukan poksi sebagai PPSU, jadi ini dikerjakan diluar jam kerja. Nah kalau ada yang mau pesan paling lama seminggu baru jadi. Nanti uangnya kita putar lagi buat modal dan kalau ada lebihnya kita bagi untuk petugas PPSU yang lain juga. Gimana pun mereka juga kalau waktu senggang ikut bantuin kami," ujarnya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved