Petugas Pasar Murah di Cipayung: Masih Ada Warga yang Suka Menawar

"Banyak yang datang untuk nawar. Misalnya harga beras Rp 55 ribu. Dia bilang enggak Rp 50 aja bang. Jadi masih minta nawar aja gitu," kata Ajat

Petugas Pasar Murah di Cipayung: Masih Ada Warga yang Suka Menawar
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Pegawai Food Station khusus bagian penjualan pasar murah, Ajat Sudrajat di Cipayung, Jakarta Timur, Senin (16/9/201 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Sejumlah warga masih suka menawar harga di kegiatan pasar murah.

Meskipun PT Food Station Tjipinang Jaya sudah memberikan harga murah bagi warga Jakarta, rupanya hal ini tak terbebas dari kegiatan tawar menawar harga barang yang dilakukan oleh pembeli.

Warga yang datang ke pasar murah sering kali menawar dan cenderung membulatkan harga dari harga yang sudah tertera di spanduk berbentuk persegi panjang.

"Banyak yang datang untuk nawar. Misalnya harga beras Rp 55 ribu. Dia bilang enggak Rp 50 aja bang. Jadi masih minta nawar aja gitu," kata Ajat Sudrajat seorang pegawai Food Station khusus bagian penjualan pasar murah di Cipayung, Jakarta Timur, Senin (16/9/2019).

Beras Jadi Produk Paling Dicari Warga DKI Jakarta di Pasar Murah

Ketika para warga datang untung menawar, yang dilakukan Ajat hanya memberikan senyuman dan gelengan kepala.

Ketika warga tersebut kembali menawar, dengan perlahan ia menjelaskan bahwa harga tersebut sudah ditentukan oleh kantornya. Ia pun tak pernah mengambil untung seperak pun.

"Saya bilang gak bisa bu, ini udah harga di kantor. Nanti yang ada malahan saya nombok. Dari pasar saya capek, sampai sini rugi," ujarnya.

Ketika ada warga yang memaksa, Ajat memilih untuk tidak menjual barang tersebut.

Sebab selama ini ia hanya bekerja sesuai dengan SOP yang ada.

Harga kebutuhan tak pernah ia lebihkan atau kurangkan. Jika dilebihkan ia akan dilaporkan oleh pihak Kelurahan ke kantor.

Kemudian jika dikurangi maka ia akan merugi dengan menombok kekurangannya.

Untuk itu, ia mengatakan hanya bekerja dengan benar selama ini.

Ajat juga mengajak warga yang datang untuk bisa bekerjasama perihal harga kebutuhan di pasar murah.

Meskipun tak diwajibkan membeli semuanya dan boleh satuan, harga jual tak bisa lagi ditawar.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved