2 Bulan di Kalideres, Pencari Suaka kembali Tinggal di Trotoar Kebon Sirih

Rahumi, sapaannya, mengatakan telah berada di kawasan Kalideres selama dua bulan.

2 Bulan di Kalideres, Pencari Suaka kembali Tinggal di Trotoar Kebon Sirih
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Suasana para pencari suaka di atas trotoar kawasan Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pencari suaka asal Afganistan, Syukria Rahumi, bersama keluarganya lontang-lantung dari wilayah Kalideres Jakarta Barat hingga balik lagi ke trotoar jalan kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Rahumi, sapaannya, mengatakan telah berada di kawasan Kalideres selama dua bulan.

Rahumi berkata, lebih baik berada di trotoar kawasan Kebon Sirih ketimbang di wilayah Kalideres.

Mengaku Kejar Order Terobos Perlintasan Kereta di Bukit Duri, Driver Ojol Ditilang

"Kalideres sama saja, posisi kami enaknya di sini (Kebon Sirih). Kami tidak mau ke sana lagi," kata Rahumi, kepada Wartawan, di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Di kawasan Kebon Sirih, lanjutnya, lebih strategis daripada di wilayah Kalideres.

"Toilet kami pakai di Masjid. Hanya tiga menit menuju ke masjid dari sini," imbuhnya.

Terlebih, Rahumi bersama keluarganya bisa mendapat makanan dari donatur atau para darmawan atau filontropis yang berada di kawasan Kebon Sirih.

"Ya, biskuit dan lain-lain. Orang kasih, warga sekitar kasih minum teh," kata Rahumi.

Dia melanjutkan, tak ada lagi keluarganya yang mengirim uang, makanan, dan komoditas hidup lainnya.

"Sudah tidak ada keluarga yang kirim. I want get home and normal life (aku ingin rumah dan hidup yang normal)," harap Rahumi.

"Work and having home (bekerja dan memiliki rumah). Seperti di Australia atau Kanada," ujarnya.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved