Kirim Foto Tanpa Busana Karena Dijanjikan Pekerjaan, Wanita Ini Jadi Viral di Medsos

Bocah asal Bojonegoro viralkan foto panas gadis Ngawi ternyata lakukan pemerasan.

Kirim Foto Tanpa Busana Karena Dijanjikan Pekerjaan, Wanita Ini Jadi Viral di Medsos
Istimewa
Ilustrasi video mesum. 

TRIBUNJAKARTA – Bocah Bojonegoro itu berinisial AB (18) warga Desa Jepang Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro

 

Kepada aparat kepolisian, AB ini memviralkan foto panas cewek tersebut dengan tujuan memerasnya.

Padahal, menurut pengakuan korban, AB akan menjanjikan pekerjaan dengan gaji Rp 4 juta asalkan mau mengirimkan foto tanpa busananya.

Namun, belakangan, cewek Ngawi ini malah menjadi korban pemerasan. AB minta uang Rp 25 juta supaya foto panas cewek tersebut tidak menyebar di media sosial.

Kini, AB sudah ditangkap Polres Ngawi, Jawa Timur.

“Dari hasil penyelidikan mengerucut ke nama dia. Kami amankan tadi malam jam 01.30 WIB,” ujar Kasatreskrim Polres Ngawi AKP M Khoirul Hidayat, saat dihubungi, Selasa (17/9/2019).

Terungkap Fakta Kecelakaan Maut Bus Rosalia Indah di Lampung, Sopir Melompat saat Bus Mau Terguling

5 Fakta Penampakan Pocong di Tangerang, Bukan Pertama Kali Hingga Imbauan MUI

LIVE STREAMING Liga Champions di SCTV Malam Ini, Inter Vs Praha & Dortmund Vs Barcelona

Klasemen dan Jadwal Liga 1 Pekan 19: Persib Hadapi Kutukan, Persija Kedatangan Tamu Kuat

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti tindak pidana pemerasan yang dilakukan oleh pelaku.

Khoirul mengatakan, selain barang bukti sebuah HP, pihaknya juga mengamankan buku tabungan yang digunakan untuk menerima transfer uang dari korban.

Sebuah ATM atas nama pelaku, rekening koran atas nama pelaku, dan uang tunai lebih dari Rp 5 juta rupiah hasil tindak pidana pemerasan yang dilakukan.

Kepolisian Resor Ngawi mengungkap tindak kejahatan pemerasan dengan modus menyebar foto bugil di media sosial.
Kepolisian Resor Ngawi mengungkap tindak kejahatan pemerasan dengan modus menyebar foto bugil di media sosial. (KOMPAS.com/SUKOCO)

“Sejumlah barang bukti kejahatan tindak pidana pemerasan kami amankan. Pelaku ini pengangguran, pedidikan terakhir SMP kelas 1,” imbuh dia.

Kepolisian akan menjerat pelaku dengan Pasal 27 jo Pasal 45 Ayat (1), (4), Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik.

“Ancaman pidananya paling lama 6 tahun atau denda paling banyak Rp 1 miliar,” ucap Khoirul.

Halaman
1234
Editor: Suharno
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved