Kisah 9 Saudara dari 3 Keluarga di Bali Alami Kelumpuhan, Sempat Tinggal di Bedeng

Sebanyak sembilan orang dari tiga KK di Denpasar mengalami kelumpuhan. Bagaimana kisahnya?

Tribun Bali/Putu Supartika
Nyoman Sarmini (47) bersama anak-anaknya menempati rumah milik Pemprov Bali di Jalan Tantular, Denpasar, Senin (16/9/2019). Empat dari enam anak Sarmini lumpuh. 

TRIBUNJAKARTA.COM, BALI - Sebanyak sembilan orang dari tiga KK di Denpasar mengalami kelumpuhan.

Pemandangan itu terlihat saat memasuki Jalan Tantular, Gang Kehutanan, Banjar Jayagiri, Desa Dangin Puri Kelod, Denpasar, yang tak jauh dari kantor pemerintahan.

Setelah berada di ujung Gang Kehutanan berhentilah dan menengoklah ke arah selatan.

Anda akan melihat sebuah rumah dengan panyengker (pembatas rumah) terbuat dari bambu.

Di sana juga terlihat sebuah pelang berwarna putih bertuliskan Tanah Milik Pemprov Bali.

Di rumah tersebut tiga keluarga yang punya ikatan saudara tinggal dengan kondisi yang cukup memperihatinkan.

Di kamar sisi utara dihuni keluarga Nyoman Sadra dengan istrinya Nengah Sumerti. Keluarga ini memiliki enam orang anak, dimana tiga orang anaknya cacat atau lumpuh.

Pada kamar yang berada di tengah, dihuni Made Kari dan Ni Nyoman Simpen bersama tiga orang anaknya.

Made Kari mengalami stroke dan hanya bisa berbaring di tempat tidur. Sementara anaknya yang pertama juga lumpuh.

Dan di kamar sisi selatan ditempati keluarga Nyoman Darma bersama istrinya Nyoman Sarmini dengan enam orang anaknya.

Halaman
1234
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved