Breaking News:

Korban Penipuan Umrah PT Damtour Baru Dapat Kabar Batal Berangkat Sehari Sebelum Keberangkatan

Sapniah, adalah satu dari ratusan korban penipuan calon jamaah umrah PT DAMTOUR yang tengah ramai diperbincangkan di Kota Depok.

TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Sapniah (kanan) korban penipuan umrah PT. DAMTOUR dijumpai wartawan usai membuat laporan di Mapolresta Depok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Harapan dan Sapniah memberangkatkan suami tercintanya umrah ke Tanah Suci Makkah, pupus sudah.

Apalagi dirinya baru mendapat kabar satu hari jelang keberangkatan pada tanggal 29 Desember 2017 silam.

“Mereka (PT.DAMTOUR) bilang katanya suami saya dicancel berangkat, itu malam sebelum berangkat. Padahal semuanya sudah siap,” ujar Saqpniah mengenang kabar buruk tersebut ketika dijumpai di Mapolresta Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Selasa (17/9/2019).

Sapniah, adalah satu dari ratusan korban penipuan calon jamaah umrah PT DAMTOUR yang tengah ramai diperbincangkan di Kota Depok.

Siang ini, dirinya bersama sejumlah korban lainnya mendatangiu Mapolresta Depok untuk membuat laporan penipuan umrah tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Direktur PT. DAMTOUR Hambali Abbas telah berhasil diringkus kepolisian.

Sapniah mengatakan, dirinya telah menyetor uang tunai sebesar Rp 22 juta keada Hambali untuk kebernagkatan umrah suaminya, namun satu hari sebelum keberangkatan dirinya mendapat kabar bahwa suaminya batal berangkat karena ada masalah penerbangan.

“Katanya flynasnya bermasalah, jadi karena ada masalah penerbangan gak bisa berangkat,” jelasnya.

Sebenarnya, 2015 silam Sapniah juga telah mengikuti program umrah dari PT. DAMTOUR dan semuanya berjalan lancar, ia pun telah menapakan kakinya di tanah suci Makkah.

“2015 saya sudah duluan umrah sama PT. DAMTOUR, semuanya lancar-lancar saja makanya saya tertarik lagi. Ketika ada rezeki yasudah bapaknya yang berangkat, tapi ternyata malah kena tipu,” paparnya.

Usut punya usut, ternyata pelaku Hamabli menggunakan sistem sulam tambal untuk memberangkatkan para jamaahnya.

Hal tersebut, disampaikan oleh Kapolresta Depok AKBP Azis Andriansyah ketika memimpin ungkap kasus tersebut dengan menghadirkan pelaku Hambali.

Sistem tambal sulam yang dimaksud adalah memberangkatkan peserta yang telah lebih dulu daftar, menggunakan uang dari peserta yang baru mendaftar.

"Artinya tambal sulam dia, jamaah yang daftar pertama bisa berangkat tapi yang belakang harus tunggu pendaftar berikutnya. Jikalau sudah enggak ada pendaftar maka jamaah berikutnya dirugikan karena gak mungkin berangkat," ujarnya.

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved