Pelajar SMK Dilibatkan Pemasangan Filter di SDN Cilincing 07 Pagi yang Terpapar Pembakaran Arang

Pelajar SMK diberdayakan dalam pemasangan filter di SDN Cilincing 07 Pagi Jakarta Utara yang terpapar asap industri pembakaran arang dan aluminium.

Pelajar SMK Dilibatkan Pemasangan Filter di SDN Cilincing 07 Pagi yang Terpapar Pembakaran Arang
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) diberdayakan dalam pemasangan filter di SDN Cilincing 07 Pagi yang terpapar asap industri pembakaran arang dan peleburan alumunium. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) diberdayakan dalam pemasangan filter di SDN Cilincing 07 Pagi yang terpapar asap industri pembakaran arang dan peleburan alumunium.

Pemasangan dimulai hari ini dengan melibatkan 42 orang pelajar dari SMK Negeri 4 Jakarta.

Mereka akan memasang filter berupa kain flanel serta dakron pada tujuh ruang kelas di SDN Cilincing 07 Pagi.

"Kalau satu ruangan butuh lima sampai enam orang, ya 42 anak plus ada guru yang dampingi," kata Kasudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara, Momon Sulaeman, Selasa (17/9/2019).

Momon menuturkan, para pelajar ini merupakan siswa dan siswi jurusan teknik bangunan di SMKN 4 Jakarta.

Pemasangan rencananya dilakukan maksimal dalam dua hari.

"Tergantung bahannya sih, kalo ada semua. Kita sih satu sampai dua hari ini harus tercapai. Kan banyak tuh anak-anak SMK, kita kerahkan anak SMK," terang Momon.

Pantauan TribunJakarta.com, siang ini para pelajar tersebut mulai mengukur ruangan kelas yang bakal dipasangi filter.

Mereka mengukur menggunakan meteran di dalam ruangan kelas yang terdapat ventilasi.

Adapun selain filter, sejumlah pelengkap lainnya juga akan dipasang di ruang kelas.

"Itu kan lubang-lubang tuh, kita tutup pakai kain flanel atau dakro nanti pake list yang bagus, nanti di dalamnya kita pasang exhaust fan, kemudian ada kipas angin yang ada tabung airnya dan entar akuarium juga," imbuh Momon.

Adapun sebelumnya, pemasangan filter ini merupakan instruksi dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Anies menilai pemasangan filter ini sebagai sebuah solusi jangka pendek untuk menangani tercemarnya udara di sekitar sekolah.

"Dalam jangka pendek itu dilakukan, tapi jangka panjang ya industrinya harus bersih, jangan menimbulkan residu," ujar Anies di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (16/9/2019). (*)

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved