Pengelola Terminal Kampung Rambutan Gencar Ajak Warga Gunakan Transportasi Umum

Mulai dari anak sekolah hingga orang dewasa terus diberikan pemahaman perihal menggunakan transportasi umum

Pengelola Terminal Kampung Rambutan Gencar Ajak Warga Gunakan Transportasi Umum
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Suasana di Terminal Kampung Rambutan, Jumat (7/6/2019) malam 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Terminal Kampung Rambutan terus ajak masyarakat menggunakan transportasi umum.

Setelah menyiapkan tambahan ruang tunggu, yakni ruang tunggu khusus penumpang Jak Lingko, petugas UPT AJ Terminal Kampung Rambutan terus lakukan sosialisasi bagi masyarakat untuk bantu kurangi kadar polusi udara Jakarta.

Mulai dari anak sekolah hingga orang dewasa terus diberikan pemahaman perihal menggunakan transportasi umum hingga dampaknya ke depan bagi Jakarta.

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Terminal Kampung Rambutan Taufik Winanto mengatakan baik dirinya maupun petugas UPT AJ lainnya selalu mengajak dialog para penumpang di Terminal Kampung Rambutan, khususnya ketika berada di area ruang tunggu Jak Lingko.

"Sosialisasi tetap berjalan. Saya juga ikut mengajak warga untuk beralih. Seperti kemarin ada anak sekolah, kita tanya mau kemana?. Di situ kita jelaskan jika rumah mereka ternyata bisa dilintasi Jak Lingko dan sebagian sudah punya kartunya. Kebetulan 2 orang enggak punya kartu, jadi masih kita belikan. Kita kasih tau bahwa angkutan tersebut gratis, sehingga mereka bisa naik itu terus dan bisa menghemat biaya," ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (17/9/2019).

Tiba di Pekanbaru, Jokowi Laksanakan Salat Minta Hujan Sebelum Tinjau Karhutla

Saat ini, Terminal Kampung Rambutan sudah terintegritas dengan Jak Lingko yang melayani 3 trayek.

Yakni Jak 26 yang berjumlah 26 unit, Jak 72 berjumlah 30 unit dan Jak 38 berjumlah 16 unit.

Meskipun masih tahap awal sosialisasi, Taufik optimis apa yang ia dan petugas lainnya lakukan bisa membawa perubahan yang positif. Meskipun hanya bertambah satu atau dua orang yang beralih ke transportasi umum ketimbang membawa kendaraan pribadi, ia tetap bersyukur.

"Yang penting, kita sudah berupaya untuk sosialisasikan. Karena tak bersifat memaksa, jadi mereka pun bisa bebas mau naik apa. Kalau mereka beralih ke angkutan umum, tentunya sangat bagus. Ke depannya kita juga akan terus gencarkan sosialisasi ini. Sehingga sejumlah warga tetap menggunakan angkutan umum," tutupnya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved