Revisi UU KPK Dinilai Dapat Membuat Komisi Pemberantasan Korupsi Menjadi Lebih Baik

revisi UU yang sudah disahkan oleh DPR hari ini agar lembaga antirasuah bisa menjadi lebih baik

Revisi UU KPK Dinilai Dapat Membuat Komisi Pemberantasan Korupsi Menjadi Lebih Baik
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sikap tiga pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyerahkan mandat pengelolaan KPK kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi terus menuai kritikan dari masyarakat dan beberapa kalangan.

Satu diantaranya kelompok massa tergabung dalam Aktivis Corong Rakyat dengan menyikapinya dalam bentuk aksi konvoi yakni menuju Istana Negara dan Gedung KPK.

"Sikap pimpinan KPK yang menyerahkan mandat kepada Presiden ini harus dipandang sebagai tindakan yang inkonstitusional, serampangan dan melanggar Undang-Undang No 30 Tahun 2002 tentang KPK itu sendiri," tegas Koordinator aksi Radja.

Padahal, kata Radja, kepemimpinannya tersisa 3 bulan lagi, jangan sampai Agus cs meninggalkan noda dan su'ul khotimah alias buruk di akhir.

Selain itu, aksi konvoi ini juga menyasar ke Istana Negara untuk mengapresiasi Presiden Jokowi yang bernyali besar merevisi UU KPK.

Gunakan Pakaian Gatot Kaca Hingga Wiro Sableng, Massa Dukung Revisi UU KPK Aksi di Depan Gedung DPR

"Harapannya KPK kroni-kroninya tidak bersikap lebay mensikapi disahkannya revisi UU KPK," ujar Radja.

Radja pun menyakini revisi UU yang sudah disahkan oleh DPR hari ini agar lembaga antirasuah bisa menjadi lebih baik.

"Jadikan KPK sebagai lembaga Negara yang profesional bukan lebay seperti LSM," sebutnya lagi.

Dikatakannya, sebagai catatan penting mencermati reaksi publik terhadap rencana revisi UU KPK bahwa mereka yang mendukung UU KPK di revisi ternyata lebih banyak sekitar 44,9 persen berbanding 39,9 persen yang menolaknya.

"Dan juga kehadiran Dewan Pengawas 64,7% responden menyetujui kehadirannya. Sebagai bukti bahwa rakyat mendukung revisi UU KPK," tuturnya.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved