Aksi 22 Mei

Sopir Ambulans Pembawa Batu di Kerusuhan 22 Mei Dituntut Empat Bulan Penjara

JPU menyebut para terdakwa melanggar Pasal 218 Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP Jo Pasal 53 ayat (1) KUHP lantaran tak menggubris imbauan aparat.

Sopir Ambulans Pembawa Batu di Kerusuhan 22 Mei Dituntut Empat Bulan Penjara
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
10 terdakwa yang terlibat dalam kerusuhan 22 Mei jalani sidang vonis di PN Jakarta Barat. 
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

 

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Asyhadu Amrin (34) sopir ambulans pembawa batu yang diamankan di Jalan KS Tubun, Jakarta Barat saat kerusuhan 22 Mei 2019 dituntut empat bulan penjara.

Ia dituntut bersama tujuh terdakwa lain yakni Muhammad (33) Anggi Yonggi (27), Usep Wihata (35), Zulkarnain (43) Rizky (25), Yogi (24), Fatahilah Dhani (23), yang juga terlibat dalam kerusuhan 22 Mei di kawasan Jakarta Barat.

JPU menyebut para terdakwa melanggar Pasal 218 Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP Jo Pasal 53 ayat (1) KUHP lantaran tak menggubris imbauan aparat untuk membubarkan diri saat terjadinya kerusuhan di kawasan tersebut.

"Menyatakan terdakwa bersalah dan dituntut pidana 4 bulan 15 hari di kurangi massa tahanan," kata JPU, di ruang 7 Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (17/9/2019).

Atas tuntutan tersebut, kuasa hukum Asyhadu Amrin, Dedi Suprihadi meminta kliennya bebas murni.

Pasalnya, ia menyebut kliennya tak bersalah lantaran hanya bertugas membawa ambulans.

"Tujuh orang saksi yang dihadirkan enggak ada yang melihat terdakwa melakukan perusakan. Didalam mobil ambulans mereka juga enggak menemukan sesuatu," katanya.

Berbeda dengan sidang kerusuhan 22 Mei di ruang sidang 6 yang langsung dilanjutkan pembacaan putusan, maka putusan untuk di ruang sidang 7 ini ditunda hingga Selasa pekan depan.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved