Breaking News:

Tingkatkan Keselamatan, Daop 1 Jakarta Sosialisasi di Perlintasan Sebidang Bukit Duri

PT KAI Daop 1 Jakarta bersama instansi terkait mengadakan sosialisasi untuk meningkatkan keselamatan pengendara jalan.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Suasana sosialisasi di perlintasan sebidang Bukit Duri Manggarai JPL 14, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - PT KAI Daop 1 Jakarta bersama kepolisian, Dinas Perhubungan dan Pemerintah Daerah menggelar sosialisasi di Perlintasan Sebidang Bukit Duri JPL 14, Selasa (17/9/2019).

Sosialisasi yang dilakukan ini berangkat dari kecelakaan yang sering terjadi di perlintasan sebidang.

PT KAI Daop 1 Jakarta bersama instansi terkait mengadakan sosialisasi untuk meningkatkan keselamatan.

Selain itu, giat sosialisasi di perlintasan sebidang ini merupakan bentuk tindak lanjut dari Focus Group Discussion (FGD) yang pada Jumat (6/9/2019) lalu telah dilakasanakan dengan tema Perlintasan Sebidang Tanggung Jawab Siapa?.

"Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap kesadaran masyarakat untuk menaati aturan lalu lintas di perlintasan sebidang semakin meningkat. Sebab, pelanggaran Ialu lintas di perlintasan sebidang tidak saja merugikan pengendara jalan tetapi juga perjalanan kereta api,” jelas Executive Vice President Daop 1 Jakarta, Dadan Rudiansyah.

Ia menilai penyebab tingginya angka kecelakaan pada perlintasan KA juga dipicu oleh sikap pengendara yang menerobos palang pintu meskipun tanda peringatan sudah dibunyikan.

Untuk itu, sosialisasi ini akan terus dilaksanakan oleh PT KAI di sejumlah titik lainnya seperti di perlintasan sebidang Taman Makam Pahlawan Kalibata JPL 17 dan Jalan Seno Raya JPL 18B.

Sosialisasi ini juga didukung oleh penindakan hukum dari pihak kepolisian untuk memberikan efek jera bagi para pelanggar.

"Sosialisasi di pelintasan sebidang ini tak hanya sampai disini saja. Kami berkomitmen bahwa agenda sosialisasi ini akan ierus berkelanjutan secara bertahap di lokasi lain. Meskipun pada prosesnya kerap mendapatkan penolakan dari masvarakat, maka dibutuhkan langkah untuk mencari jalur alternatif bagi masyarakat yang harus disolusikan bersama oleh pemerintah pusat atau daerah,” sambung Dadan.

Untuk diketahui, perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur kereta api dan jalan yang dibuat sebidang. Perlintasan sebidang tersebut muncul dikarenakan meningkatnya mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan yang harus melintas atau berpotongan langsung dengan jalan kereta api.

Pantauan TribunJakarta.com, sosialisasi ini juga didukung oleh pembagian stiker dan spanduk berisikan larangan menerobos palang pintu perlintasan KA.

Selain itu, ketika palang mulai di tutup, sejumlah petugas PT KAI memakai kain kasa yang dibalut ke sejumlah anggota tubuh untuk menunjukan kepada masyarakat yang melintas ketika menerobos palang pintu.

Guna mencairkan suasana, sosialisasi juga di selingi oleh celotehan yang bersifat imbauan. Seperti imbauan untuk menggunakan helm, 'Mba helmnya kemana? Nanti cantiknya luntur loh kalau enggak pakai helm?'.

Tentunya, kata-kata tersebut membuat para pengendara yang hendak melintas menjadi tersenyum malu dan mengundang gelak tawa.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved